Mendikdasmen sebut program IFP dan MBG di Batam berjalan baik

Batamclick.com,
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Batam, Kepulauan Riau, berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap semangat belajar.

“Kami meninjau sekolah-sekolah yang menerima PID dan juga pelaksanaan MBG. Alhamdulillah dari sekolah-sekolah yang saya mengunjungi, MBG berjalan dengan sangat baik. Di TK dan SD yang kami kunjungi kami melihat bagaimana anak-anak begitu berbahagia,” katanya di Batam, Selasa.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti meninjau TK Pembina III Bengkong dan SD Negeri 001 Sei Beduk.

Menurutnya, program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga memberi pengaruh signifikan terhadap kebugaran jasmani dan motivasi belajar anak-anak di sekolah.

“Kita melihat alhamdulillah program ini memberi pengaruh signifikan untuk kebugaran jasmani dan semangat belajar mereka,” katanya.

Selain MBG, Abdul Mu’ti juga menyoroti pemanfaatan PID dalam proses pembelajaran di sekolah.

“PID digunakan dengan baik saat pembelajaran matematika dan kami melihat anak-anak antusias, dengan semangat belajar yang tinggi. Mudah-mudahan ada capaian pembelajaran yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah menargetkan satu perangkat PID untuk setiap sekolah.

Namun, Kemendikdasmen juga tengah mengupayakan agar jumlah perangkat di sekolah dapat bertambah.

“Saat ini satu perangkat per sekolah dan Insya Allah dalam proses penambahan sehingga tahun ini bisa ditambah menjadi dua sampai tiga PID untuk masing-masing sekolah,” katanya.

Abdul Mu’ti menyebut hingga kini pihaknya sedang menganggarkan untuk 800 ribu papan interaktif digital yang disiapkan untuk mendukung transformasi pembelajaran di Indonesia.

“Mudah-mudahan pembelajaran bisa terus berjalan baik, tetapi selain itu kami juga ingin ekosistem pendidikan diperkuat dengan berbagai budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tambahnya.

Terkait kunjungannya yang singkat ke Batam, hanya pulang-pergi hari ini, Abdul Mu’ti mengatakan hal tersebut disebabkan keterbatasan waktu.

Namun ke depan, ia berencana mengunjungi lebih banyak daerah 3T yang menjadi prioritas revitalisasi pendidikan tahun 2026.

“Saya sudah sempat ke Natuna dan ke Pulau Penyengat, tapi belum ke pulau-pulau terpencil. Nanti saya akan ke sana karena itu menjadi fokus program pendidikan Pak Prabowo untuk daerah 3T,” ujarnya.

Sumber, Antara