Lagi, Puluh WNA Digrebek, Dugaan Bandar Judi Online

Ilustrasi
Ilustrasi

BATAMCLICK.COM: Puluhan WNA digerebek di Batam dalam operasi yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau, Senin malam, 11 Mei 2026. Polisi menyasar sejumlah ruko di kawasan Sukajadi, Kota Batam, yang diduga menjadi pusat aktivitas kejahatan siber dan judi lotre internasional.

Penggerebekan berlangsung tertutup. Polisi langsung mengamankan para warga negara asing yang berada di lokasi. Sebagian besar WNA itu berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Kamboja dan Vietnam.

Suasana di sekitar ruko sempat ramai. Sejumlah kendaraan polisi terlihat keluar masuk area penggerebekan hingga larut malam.

Polisi Sita Komputer dan Peralatan Digital

Dalam operasi tersebut, penyidik membawa banyak barang bukti dari dalam ruko. Polisi menyita komputer, CPU, hingga perangkat pendukung live streaming dan aktivitas digital lainnya.

Seluruh peralatan itu diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas siber ilegal dari Batam. Polisi kini masih memeriksa fungsi masing-masing perangkat serta menelusuri sistem yang digunakan para pelaku.

Informasi sementara menyebutkan para WNA itu masuk ke Indonesia melalui jalur resmi dengan menggunakan paspor.

Diduga Menyasar Korban di Luar Negeri

Penyidik menduga jaringan ini tidak menyasar korban di Indonesia. Target utama mereka disebut berasal dari luar negeri. Karena itu, polisi juga membuka kemungkinan adanya jaringan internasional yang terhubung dengan aktivitas tersebut.

Seluruh WNA yang diamankan langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik kini mendalami peran masing-masing orang, termasuk siapa yang mengendalikan operasi tersebut dari belakang.

Polda Kepri Masih Dalami Jaringan

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari, membenarkan adanya pengamanan terhadap puluhan WNA dalam operasi itu.

“Benar ada puluhan. Nanti kami informasikan lebih lengkapnya dan akan dirilis secara resmi,” ujarnya singkat.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk jaringan lintas negara yang diduga menjalankan operasi siber ilegal dari Batam.