Sekda Kepri Tekankan Profesionalisme ASN di Latsar CPNS, Integritas Jadi Kunci Pelayanan

Sekda Kepri Misni menekankan pentingnya profesionalisme ASN dalam Latsar CPNS 2026, dengan fokus pada integritas, adaptasi digital, dan pelayanan publik berkualitas.
Sekda Kepri Misni menekankan pentingnya profesionalisme ASN dalam Latsar CPNS 2026, dengan fokus pada integritas, adaptasi digital, dan pelayanan publik berkualitas.

BATAMCLICK.COM: Sekda Kepri Tekankan Profesionalisme ASN di Latsar CPNS menjadi pesan kuat yang disampaikan Misni di hadapan para calon aparatur sipil negara. Ia hadir sebagai narasumber dalam Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XXV Tahun 2026.

Kegiatan itu berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepri, Ceruk Ijuk, Bintan. Suasananya serius. Namun tetap hangat. Para peserta menyimak dengan penuh perhatian.

ASN Harus Jadi Garda Terdepan

Misni langsung menegaskan peran ASN. Ia menyebut aparatur sebagai ujung tombak pemerintahan.

ASN harus hadir di garis depan. Mereka harus memastikan pelayanan publik berjalan baik.

Ia juga mengingatkan posisi strategis Kepri. Provinsi ini merupakan beranda NKRI.

Karena itu, kualitas ASN tidak boleh biasa. Mereka harus unggul. Mereka harus berintegritas.

Profesionalisme Bukan Sekadar Teknis

Dalam pemaparannya, Misni mengangkat tema profesionalisme ASN. Ia menjelaskan maknanya secara luas.

Menurutnya, profesionalisme tidak hanya soal kemampuan teknis. Tidak hanya soal penampilan.

Lebih dari itu, profesionalisme menyangkut integritas. Juga etika. Dan komitmen melayani.

ASN harus bekerja dengan hati. Mereka harus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Tantangan Nyata di Era Digital

Misni tidak menutup mata. Ia memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi ASN saat ini.

Adaptasi teknologi masih belum optimal. Digitalisasi belum merata.

Selain itu, perubahan budaya kerja juga menjadi tantangan. Begitu juga dengan penerapan etika dan integritas.

Pelayanan publik pun masih perlu ditingkatkan. Ditambah lagi, literasi keuangan yang masih rendah.

Semua ini harus dihadapi. Tidak bisa dihindari.

Nilai BerAKHLAK Harus Dihidupkan

Untuk menjawab tantangan itu, Misni menekankan pentingnya nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Nilai ini mencakup banyak hal. Mulai dari berorientasi pelayanan. Hingga kolaboratif.

Namun, ia memberi perhatian khusus pada aspek adaptif.

ASN harus siap berubah. Mereka harus inovatif. Mereka juga harus proaktif.

Dengan sikap itu, ASN bisa tetap relevan di tengah perubahan zaman.

ASN Harus Jadi Problem Solver

Misni juga menyampaikan pesan praktis. Ia meminta ASN menjadi pemecah masalah.

Bukan sekadar menjalankan tugas. Tapi juga mencari solusi.

ASN harus bekerja melampaui standar minimum. Mereka juga harus menjaga keseimbangan hidup.

Integritas menjadi fondasi utama. ASN harus konsisten antara ucapan dan tindakan.

Mereka juga harus mampu mengendalikan diri. Dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Pesan Moral untuk Generasi Baru ASN

Di akhir sesi, Misni menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia menyebut ASN sebagai pahlawan masa kini.

ASN harus mengutamakan kepentingan bangsa. Bukan kepentingan pribadi.

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, ASN harus hadir sebagai penyejuk.

Mereka harus memberi solusi. Bukan menunjukkan gaya hidup berlebihan.

Pengabdian yang Penuh Makna

Misni mengajak para peserta untuk memaknai profesi ini secara mendalam.

Menjadi ASN bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah bentuk pengabdian.

Ada tanggung jawab moral di dalamnya. Tidak hanya kepada negara. Tapi juga kepada Tuhan.

Ia pun menutup dengan pesan sederhana. Namun kuat.

Jalankan tugas dengan tanggung jawab. Dengan keikhlasan. Dan dengan ketakwaan.***