Hapus Tato Gratis di Batam, Ruang Hijrah Memulai Perubahan

Hapus tato gratis di Batam kembali digelar oleh komunitas Berani Hijrah Baik di Masjid Bukit Indah Sukajadi. Program sosial lintas agama ini sudah berjalan hampir sembilan tahun dan terbuka untuk masyarakat umum.
Hapus tato gratis di Batam kembali digelar oleh komunitas Berani Hijrah Baik di Masjid Bukit Indah Sukajadi. Program sosial lintas agama ini sudah berjalan hampir sembilan tahun dan terbuka untuk masyarakat umum.

BATAMCLICK.COM: Hapus tato gratis di Batam kembali hadir untuk masyarakat yang ingin memulai lembaran baru dalam hidupnya. Komunitas sosial Berani Hijrah Baik menggelar kegiatan ini pada Minggu, 17 Mei 2026, di Masjid Bukit Indah, Sukajadi. Program ini terbuka untuk umum, tanpa membedakan agama maupun latar belakang peserta.

Kegiatan ini bukan sekadar layanan sosial biasa. Banyak peserta datang dengan cerita hidup yang berbeda. Ada yang ingin meninggalkan masa lalu. Ada juga yang ingin lebih percaya diri saat mencari pekerjaan atau membangun kehidupan baru.

Suasana kegiatan pun dibuat santai dan terbuka. Relawan menyambut peserta tanpa menghakimi. Semua datang dengan tujuan yang sama, yaitu memberi ruang untuk berubah menjadi lebih baik.

Sudah Berjalan Hampir Sembilan Tahun

Perwakilan komunitas Berani Hijrah Baik, Tessa, mengatakan program hapus tato gratis ini sudah berjalan sejak 2017. Selama hampir sembilan tahun, relawan aktif berkeliling ke banyak daerah di Indonesia.

Mereka mendatangi berbagai kota di Pulau Jawa, Sulawesi, hingga Maluku Utara. Semua dilakukan secara kolektif dan mandiri demi membantu masyarakat yang ingin menghapus tato tanpa biaya.

“Alhamdulillah, sekarang kegiatan di Batam bisa berjalan lagi. Mesin wakaf hapus tato juga sudah terealisasi,” kata Tessa.

Menurutnya, kegiatan di Batam sempat berhenti sekitar enam bulan. Saat itu, tim fokus mengumpulkan dukungan untuk pengadaan mesin hapus tato melalui program wakaf.

Target tersebut akhirnya tercapai berkat bantuan peserta, donatur, dan berbagai pihak, termasuk dukungan dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Terbuka untuk Semua Agama dan Etnis

Meski sering digelar di masjid atau pesantren, program ini tidak hanya ditujukan untuk umat Muslim. Tessa menegaskan layanan tersebut terbuka bagi siapa saja.

Peserta dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, hingga Hindu pernah ikut dalam kegiatan serupa di berbagai daerah.

“Kami terbuka untuk semua agama dan etnis. Ini kegiatan sosial untuk masyarakat,” ujarnya.

Konsep kegiatan ini juga cukup unik. Peserta memang tidak dipungut biaya. Namun, mereka diminta menghafal Surat Ar-Rahman sebagai bentuk komitmen pribadi dan motivasi spiritual.

Meski begitu, aturan tersebut tidak menjadi syarat mutlak bagi peserta non-Muslim.

Tidak Bisa Selesai Sekali Tindakan

Tessa menjelaskan proses penghapusan tato membutuhkan beberapa tahap. Karena itu, peserta biasanya harus mengikuti sesi lanjutan sampai hasilnya maksimal.

Relawan juga terus mendampingi peserta selama proses berlangsung. Mereka tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membangun hubungan emosional dan dukungan moral.

Bagi komunitas Berani Hijrah Baik, kegiatan ini bukan hanya tentang menghapus tinta di kulit. Mereka ingin membantu peserta membangun rasa percaya diri dan semangat baru dalam hidup.

Bergerak Mandiri Lewat Dukungan Sukarela

Berani Hijrah Baik merupakan komunitas independen yang bergerak tanpa naungan yayasan tertentu. Seluruh kegiatan berjalan dari dukungan sukarela masyarakat.

Bantuan yang dibutuhkan pun beragam. Mulai dari kebutuhan medis, konsumsi relawan, hingga donasi langsung untuk operasional kegiatan.

Masyarakat yang ingin ikut membantu dapat menyalurkan dukungan melalui panitia di Masjid Bukit Indah Sukajadi atau pengurus komunitas di Batam.

Lewat kegiatan ini, komunitas berharap semakin banyak orang merasa diterima, didukung, dan punya kesempatan untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik.