BATAMCLICK.COM: Hak siar Piala Dunia 2026 TVRI mulai disosialisasikan di Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika langsung bergerak. Mereka menerima kunjungan jajaran TVRI Kepri untuk membahas langkah bersama.
Pertemuan itu berlangsung hangat. Namun tetap fokus. Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, berdiskusi langsung dengan Direktur TVRI Kepri, Yenni Marlinda.
Kolaborasi untuk Sosialisasi Lebih Luas
Yenni datang membawa agenda penting. Ia meminta dukungan Diskominfo Kepri. Tujuannya jelas. Memperluas sosialisasi terkait hak siar.
TVRI memegang lisensi resmi. Mereka menjadi satu-satunya pihak yang menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Karena itu, informasi ini harus sampai ke masyarakat. Terutama bagi yang ingin menggelar nonton bareng.
Hendri pun menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai kolaborasi ini penting. Apalagi, Diskominfo dan TVRI sudah lama menjalin kemitraan.
Nobar Tidak Bisa Sembarangan
Tidak semua pihak bisa langsung menggelar nonton bareng.
Masyarakat wajib mendaftar. Batas waktunya jelas. Minimal 45 hari sebelum kickoff.
Selain itu, ada syarat teknis. Penyelenggara harus memiliki antena dan set top box.
Aturan lain juga tidak kalah penting. Tampilan siaran harus bersih. Hanya boleh menampilkan logo TVRI dan FIFA.
Bahkan, penggunaan tulisan “Piala Dunia” di layar tidak boleh.
Semua ini bukan tanpa alasan. Aturan tersebut mengikuti ketentuan resmi dari FIFA.
104 Pertandingan Siap Tayang
Piala Dunia 2026 akan menghadirkan total 104 pertandingan. Semua laga itu akan disiarkan oleh TVRI.
Momentum ini tentu dinanti. Antusiasme masyarakat dipastikan tinggi.
Karena itu, sosialisasi menjadi langkah penting. Agar tidak terjadi pelanggaran saat penyelenggaraan nobar.
Dukungan Penuh dari Diskominfo Kepri
Hendri menegaskan komitmen pemerintah daerah. Diskominfo siap mendukung penuh.
Ia menilai sosialisasi harus dilakukan secara masif. Informasi harus jelas. Tidak boleh ada kesalahpahaman.
Menurutnya, status TVRI sebagai pemegang hak siar resmi harus dipahami masyarakat.
Dengan begitu, semua pihak bisa menikmati pertandingan dengan cara yang benar.
Momen yang Selalu Ditunggu
Piala Dunia bukan sekadar turnamen. Ini adalah pesta sepak bola dunia.
Setiap edisi selalu dinanti. Tidak hanya oleh penggemar fanatik. Tapi juga oleh masyarakat luas.
Di Kepri, euforia itu pasti terasa. Nobar akan menjadi pilihan banyak orang.
Namun kali ini, ada aturan baru. Semua harus tertib. Semua harus sesuai lisensi.
Ajakan untuk Tertib dan Legal
Di akhir pertemuan, Hendri menyampaikan pesan sederhana. Ia mengajak masyarakat untuk mengikuti prosedur.
Siapa pun yang ingin menggelar nobar, dipersilakan mendaftar ke TVRI.
Dengan cara itu, kegiatan tetap legal. Dan semua pihak tetap nyaman.
Karena menikmati sepak bola akan lebih seru. Jika dilakukan dengan tertib.









