BATAMCLICK.COM: Lowongan kerja di Batam kini hadir lewat pengoperasian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kepri. Program ini mendukung gerakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Kepri. Setiap hari, dapur ini menyiapkan lebih dari 3.400 paket makanan sehat untuk anak-anak sekolah.
Kepala Polda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, menegaskan keberadaan dapur SPPG tidak hanya bermanfaat bagi anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
“Dapur ini mengelola ribuan paket makanan setiap hari. Tentunya kami membutuhkan tenaga kerja. Saat ini ada sekitar 30 sampai 40 orang yang dipekerjakan,” ujar Asep saat meninjau Dapur SPPG di Batam, Senin.
Warga Sekitar Jadi Prioritas
Sebagian besar pekerja berasal dari masyarakat sekitar Nongsa, lokasi dapur SPPG Polda Kepri berdiri. Mereka mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi hingga 09.00 WIB.
“Mulai dari ibu-ibu yang menyiapkan bahan makanan, proses memasak, hingga penyajian dan distribusi, semua melibatkan tenaga kerja warga sekitar,” tambah Asep.
Eva, Kepala Dapur SPPG Polda Kepri, membenarkan hal itu. Ia menyebut satu dapur mempekerjakan hingga 41 orang, hampir semuanya direkrut dari warga. “Sebelum dapur beroperasi, kami sempat membuka lowongan kerja. Sekarang semua posisi sudah terisi, mulai dari penerima barang, pengolahan, pemorsiran, hingga pengemudi,” jelasnya.
Dorong Ekonomi Lokal Lewat Pasokan Bahan
Tidak hanya tenaga kerja, dapur SPPG juga memberikan dampak positif bagi petani dan nelayan lokal. SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan segar, mulai dari sayur-mayur, jagung, wortel, hingga protein seperti ikan, telur ayam, dan ayam potong.
“Kami membeli bahan pangan langsung dari warga. Dengan adanya dapur SPPG di seluruh Kepri, petani dan nelayan bisa lebih mudah memasarkan produknya,” kata Asep.
Sembilan Dapur, Ribuan Manfaat
Polda Kepri merencanakan pembangunan sembilan dapur SPPG di wilayah hukumnya. Tiga dapur berada di Batam, tiga di Bintan, satu di Tanjungpinang, satu di Karimun, dan satu di Natuna.
Saat ini, dua dapur sudah beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kepri dan Yayasan Kemala Bhayangkari Polresta Barelang. Sementara tujuh dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Ini merupakan hal positif bagi semua pihak. Anak-anak mendapatkan gizi, warga memperoleh pekerjaan, dan petani bisa menjual hasil produksinya,” tutup Asep.








