BATAMCLICK.COM: Evakuasi kapal terbakar Natuna berlangsung dramatis namun berakhir dengan kabar baik. Prajurit TNI Angkatan Laut bergerak cepat menyelamatkan seluruh awak kapal yang menjadi korban insiden kebakaran di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.
Menggunakan KRI Kapitan Pattimura-371 dan KRI Wiratno-379, operasi kemanusiaan ini berhasil mengevakuasi 11 anak buah kapal (ABK) dalam kondisi selamat.
Laporan Nelayan Picu Respons Cepat
Komandan KRI Kapitan Pattimura-371, Rachmad Firdaus, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat kapal perang tersebut tengah menjalankan Operasi Beladau Sakti-26 di wilayah Timur Bunguran.
Di tengah patroli, kru menerima laporan dari nelayan mengenai kebakaran yang melanda KM Timbul Barokah 02.
Tanpa menunggu lama, kapal perang langsung meningkatkan kecepatan dan mengubah haluan menuju lokasi kejadian.
Berpacu dengan Waktu di Laut Natuna
Setelah menempuh perjalanan semalaman, KRI Kapitan Pattimura tiba di lokasi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Tim langsung melakukan komunikasi radio dengan kapal-kapal di sekitar untuk memastikan kondisi korban.
Hasilnya, seluruh awak kapal yang berjumlah 11 orang telah lebih dulu diselamatkan oleh kapal nelayan KM Dewantara Putra.
Namun, proses evakuasi belum selesai.
Evakuasi Dilakukan dengan Sekoci
Untuk memastikan keselamatan para korban, KRI Kapitan Pattimura segera melakukan pendekatan dan menurunkan sekoci.
Satu per satu korban dipindahkan dari kapal nelayan ke kapal perang dengan aman dan terkoordinasi.
Meski tidak ada korban jiwa, KM Timbul Barokah 02 dilaporkan hangus terbakar hingga akhirnya tenggelam di perairan tersebut.
Dipindahkan ke KRI Wiratno untuk Evakuasi Lanjutan
Selanjutnya, proses evakuasi dilanjutkan dengan koordinasi bersama KRI Wiratno-379.
Pada pukul 11.00 WIB, seluruh korban dipindahkan ke KRI Wiratno untuk dibawa menuju Posal Sabang Mawang.
Setibanya di darat, penanganan korban akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Lanal Ranai.
Misi Kemanusiaan di Tengah Tugas Operasi
Setelah memastikan seluruh korban selamat, KRI Kapitan Pattimura kembali melanjutkan tugas utamanya, yakni pengawasan dan pengamanan kegiatan SKK Migas dalam survei geofisika di wilayah kerja Pertamina East Natuna.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan TNI AL, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Sigap, Cepat, dan Tanpa Korban Jiwa
Operasi ini menunjukkan bahwa koordinasi yang cepat dan respons yang tepat mampu menyelamatkan nyawa di tengah kondisi darurat di laut.
Dengan kerja sama antara nelayan dan TNI AL, seluruh korban berhasil dievakuasi tanpa kehilangan jiwa—sebuah hasil yang tidak hanya melegakan, tetapi juga membanggakan.
Sumber: Antara








