BATAMCLICK.COM: Petugas haji dilarang flexing selama menjalankan tugas di Tanah Suci. Pesan tegas ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat melepas keberangkatan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat.
Ia menekankan bahwa seluruh petugas harus memprioritaskan pelayanan kepada jamaah, bukan justru sibuk menunjukkan aktivitas pribadi di media sosial.
“Saya berharap teman-teman petugas itu fokus pada tugasnya untuk mendampingi dan menjaga jamaah. Jadi tidak perlu tadi flexing segala macam, pamer kegiatan,” tegas Dahnil.
Misi Suci, Layani Jamaah Sepenuh Hati
Dahnil mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari misi suci. Karena itu, ia meminta seluruh petugas untuk menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
Ia mengajak para petugas untuk menjadikan tugas ini sebagai ladang ibadah, dengan hati yang lapang dan semangat tanpa lelah dalam mendampingi jamaah menuju haji yang mabrur.
“Wakafkanlah diri Anda sepenuhnya untuk menunaikan tugas di Tanah Suci. Ini adalah misi suci, buat diri Anda semuanya, buat keluarga Anda, buat agama,” ujarnya.
Media Sosial untuk Edukasi, Bukan Pamer
Meski melarang flexing, Dahnil tidak menutup penggunaan media sosial. Sebaliknya, ia mendorong petugas untuk memanfaatkannya sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi yang bermanfaat.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi jembatan komunikasi antara petugas, jamaah, dan keluarga di Tanah Air. Karena itu, konten yang dibagikan harus berisi informasi penting, kabar baik, serta edukasi yang membantu jamaah.
“Tapi kalau untuk syiar, saya pikir kami mendorong mereka untuk syiar, artinya mengabarkan, mengedukasi, bahkan kami menganjurkan seluruh petugas melakukan edukasi via media sosial,” jelasnya.
Tim Pendahulu Siapkan Layanan Haji 2026
Dalam rangka menyambut musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, sekitar 400 petugas haji mulai diberangkatkan lebih awal sebagai tim pendahulu.
Mereka bertugas memastikan seluruh layanan siap sebelum kedatangan jamaah. Petugas yang berangkat lebih dulu ini akan ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah serta area bandara.
Langkah ini dilakukan agar seluruh aspek pelayanan, mulai dari akomodasi hingga transportasi, berjalan lancar saat jamaah tiba di Tanah Suci.
Jamaah Kloter Pertama Berangkat 22 April
Sementara itu, jamaah calon haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan petugas yang profesional, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi jamaah.
Melalui penegasan ini, Dahnil ingin memastikan bahwa esensi pelayanan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa terganggu oleh hal-hal yang tidak perlu.








