BATAMCLICK.COM: PLTS Tanjungpinang mulai digenjot Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.
Melalui penjajakan kerja sama dengan pihak swasta, pemerintah daerah membuka peluang besar bagi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya tenaga surya, yang dinilai memiliki potensi besar di wilayah Kepulauan Riau.
Langkah Strategis Menuju Energi Mandiri
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa pemanfaatan energi surya bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat menjadi solusi untuk memperkuat kemandirian energi daerah.
“Pemanfaatan energi surya merupakan langkah strategis untuk mendukung ketahanan energi daerah,” ujarnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa penerapan PLTS harus melalui kajian matang agar benar-benar efektif dan berkelanjutan.
Fasilitas Pemerintah Jadi Pilot Project
Sebagai langkah awal, Pemko Tanjungpinang membuka peluang penerapan PLTS di lingkungan fasilitas pemerintahan.
Langkah ini dinilai penting sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke sektor yang lebih luas, termasuk masyarakat dan industri.
Lis menyebut bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PLN Tanjungpinang serta mitra swasta untuk mematangkan rencana tersebut.
Gandeng Investor dan Konsultan Energi Asing
Dalam upaya mempercepat realisasi, Pemko Tanjungpinang menerima tawaran kerja sama dari ODC Energy bersama PT Hijau Makmur Energi.
ODC Energy dikenal sebagai pengembang dan konsultan energi terbarukan yang fokus pada sistem fotovoltaik (PV) surya.
Perusahaan ini menawarkan kerja sama menyeluruh, mulai dari penyusunan desain teknis, kajian kelayakan finansial, hingga pengelolaan proyek dari tahap perencanaan sampai operasional.
Potensi Besar Energi Surya di Tanjungpinang
Menurut kajian awal, Tanjungpinang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan energi surya, terutama karena intensitas sinar matahari yang cukup tinggi sepanjang tahun.
Kondisi ini menjadi modal penting untuk mendorong pemanfaatan energi bersih yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Karena itu, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pembangunan hijau.
Menuju Kota Ramah Lingkungan
Lis menegaskan bahwa penjajakan kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Ia berharap proyek PLTS dapat segera direalisasikan dan menjadi tonggak awal transformasi energi di Tanjungpinang.
Dengan langkah ini, Tanjungpinang tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga bergerak menuju kota yang lebih mandiri, modern, dan ramah lingkungan.
Sumber: Antara








