Ke Lingga, Anggota DPRD Kepri Dimintai Mobil Jenazah

BATAMCLICK.COM: Bagi Anggota DPRD Kepri Khazalik, aspirasi masyarakat memang sangat mendukung sebuah pembangunan daerah. Aspirasi inilah yang akan dirembukkan kemudian akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah bersama anggota DPRD untuk merealisasikannya.

Seperti aspirasi masyarakat di Desa Sungapi Buluh, Kabupaten Lingga. Persoalan mobil jenazah ternyata menjadi permasalahan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga. Hal ini diungkapkan warga saat dikunjungi Anggota DPRD Kepri Khazalik beberapa waktu lalu.

Warga Lingga mengeluhkan terkait mobil jenazah yang ada di tempat mereka.

“Kalau ada yang meninggal di desa kami dan di desa yang lain juga ada yang meninggal, jadinya mobil jenazah mengantarkan yang terdekat dulu. Jadi kita harus menunggu,” tutur Rais, warga Lingga.

BACA JUGA:   Kalau Covid19 Tak Ditekan, Usaha Keras Pemulihan Ekonomi Akan Sia-sia

Bagi warga penambahan mobil jenazah snagat diperlukan. Hal itu juga dibenarkan oleh warga lain dan juga Kepala Desa Sungai Buluh.

Harapan akan adanya penambahan mobil jenazah disampaikan warga Lingga saat reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau (Kepri) Dapil Bintan-Lingga, Khazalik saat mengunjungi Pulau Singkep, Kabupaten Lingga.

Beberapa aspirasi masyarakat tersampaikan di Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Sungai Buluh itu.

Khazalik mengungkapkan, bahwa dia pertama kali mengunjungi Desa Sungai Buluh dan menerima aspirasi dari masyarakat di sana.

Menurutnya, usulan dan masukan dari masyarakat sangat patut dan wajar sesuai pada tempatnya.

BACA JUGA:   Aksi Penculikan Kembali Viral, Pelaku Minta Tebusan Rp 15 Juta

Karena masyarakat lanjutnya, perlu menyampaikan aspirasi itu kepada anggota DPRD. “Tugas kami anggota DPRD menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang menjadi prioritas sesuai apa yang dirembukkan oleh Desa Sungai Buluh sendiri.

“Nanti akan kami diskusikan kembali, karena mungkin kemampuan kita untuk merealisasikan keseluruhannya itu tidak mudah. Saya akan menunggu perintah dari desa lah, dari Kades,” ujarnya.***