Batamclick.com,
Sebanyak 3.051 calon haji asal Provinsi Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui embarkasi Batam, Kepulauan Riau bersama 14 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon menyampaikan pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui beberapa kloter mulai dari BTH 3 hingga BTH 9. Secara umum seluruh proses berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa calon haji yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak 3.096 calon haji asal Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Memang ada beberapa yang harus menunda keberangkatan karena sakit,” kata Defizon dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Sabtu.
Ia menjelaskan terdapat 18 orang yang tertunda keberangkatannya. Rinciannya, 7 calon haji masih menjalani perawatan di Batam, 6 orang pendamping turut tertahan, serta 4 calon haji lainnya mengalami sakit di daerah asal. Selain itu, satu calon haji dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Setiap kloter memberangkatkan ratusan calon haji dengan dinamika yang berbeda. Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang dengan 2 orang harus tertunda dan Kloter BTH 4 membawa 440 orang dengan 5 orang tertunda.
Pada Kloter BTH 5, sebanyak 438 calon haji diberangkatkan, sementara 7 orang lainnya menunda keberangkatan. Kloter BTH 6 memberangkatkan 399 orang, dengan adanya penyesuaian berupa mutasi antarkloter.
“Mutasi ini hal biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jamaah,” ujar Defizon.
Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 calon haji, sementara Kloter BTH 8 memberangkatkan 445 orang, meski terdapat 6 orang tertunda dan 1 calon haji dilaporkan meninggal dunia di daerah.
Adapun Kloter BTH 9 yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026, membawa 443 orang, dengan 2 orang masih menjalani perawatan di Batam.
Defizon menegaskan pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, terutama dalam memastikan kesiapan fisik sebelum keberangkatan.
“Kami pastikan jamaah mendapatkan pelayanan maksimal. Kesehatan menjadi prioritas utama agar mereka bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar,” ujarnya.
Sumber, Antara









