Survei: 70,4 Persen Publik Setuju Prabowo Gabung Ke Pemerintahan

Batamclick.com, Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) merilis survei yakni sebagian besar publik setuju dengan sikap Prabowo Subianto bergabung ke Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Sebagian besar publik atau 70,4 persen setuju dengan sikap Prabowo yang bergabung. Angka persentase ini sangat meyakinkan sekaligus mengejutkan mengingat isu dan analisa yang dikembangkan berbagai pihak bahwa pemilih Prabowo 2019 mayoritas akan menolak sikap tersebut,” kata Direktur SPIN Igor Dirgantara di Jakarta, Minggu.

Pemilih Jokowi pun kata Igor tampaknya memiliki kecenderungan memberikan apresiasi positif terhadap sikap Prabowo tersebut. Menurut dia hanya ada 10,8 persen publik yang tidak setuju Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

BACA JUGA:   Gubernur Serahkan Lahan untuk Pembangunan PTA dan PT Kepri

“Sebanyak 35,4 persen dari total populasi adalah mereka pemilih Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 lalu yang menyatakan setuju dengan sikap Prabowo bergabung ke dalam kabinet Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” kata dia.

Sementara, lanjut dia ada 26,1 persen pemilih Prabowo-Sandi yang menyatakan setuju. Hanya ada Sebagian kecil pemilih Jokowi-Ma’ruf dan pemilih Prabowo-Sandi di 2019 yang menyatakan tidak setuju.

“Terlihat bahwa baik pemilih Jokowi-Ma’ruf maupun pemilih Prabowo sangat menerima sikap Prabowo tersebut apalagi ditambah kinerja Prabowo di kabinet yang paling moncer. Bukti bahwa Prabowo adalah jalan tengah, tokoh pemersatu terlihat dari kecenderungan temuan survei ini,” ujarnya.

BACA JUGA:   Brasil Vs Venezuela: Brasil Bungkam Venezuela 3-0

SPIN menggelar survei pada 3-13 Februari 2023 dengan total jumlah responden 1.230 responden . Kriteria responden yakni penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah.

Sebaran sampel tersebar di 34 provinsi, dengan teknik sampel menggunakan multi-stage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar plus minus 2,8 persen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan kontrol kualitas 10 persen dari sampel.

sumber: antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *