BATAMCLICK.COM, Banjarmasin: Di sudut rawa gambut Kalimantan Selatan, tanaman liar bernama purun kini menjadi bahan baku bagi gerakan besar: melawan sampah plastik dan membangun ekonomi hijau. Adalah GoPurun, UMKM asal Banjarmasin binaan Rumah BUMN Pertamina, yang menjadi pelopornya.
Sejak mengikuti program UMK Academy 2024, GoPurun menunjukkan transformasi signifikan. Dari semula hanya memproduksi sedotan biodegradable, kini GoPurun mengembangkan biofoam berbasis limbah purun untuk kebutuhan industri kuliner yang lebih ramah lingkungan.
“GoPurun bukan hanya soal produk, tapi soal solusi nyata untuk mengatasi sampah plastik di Indonesia,” ungkap Yamin, pendiri GoPurun, saat menerima kunjungan CEO dan CFO muda Rumah BUMN Banjarmasin, Ulil Amri dan Yoga Pratama, Minggu (16/5). “Inovasi biofoam dari limbah purun ini kami siapkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin peduli lingkungan.”
Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas. Dalam sesi diskusi hangat, mereka membahas arah baru GoPurun: dari potensi ekspor, penguatan branding digital, hingga pengembangan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global.
GoPurun telah mengantongi legalitas halal dari Sucofindo—langkah penting dalam menembus pasar nasional maupun internasional. Dalam satu bulan, UMKM ini mampu memproduksi lebih dari 30.000 sedotan purun, menjangkau pasar dari Sabang hingga Bali, dan bersiap melangkah ke kancah ekspor.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan bahwa GoPurun adalah contoh nyata bagaimana UMKM lokal bisa menyentuh isu global seperti pengurangan sampah plastik. “Pertamina akan terus mendampingi dan memfasilitasi UMKM berbasis lingkungan yang berpotensi go global,” ujarnya.
Dukungan itu juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran poin ketiga: menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.
Dari lahan gambut seluas 562.000 hektare di Kalimantan Selatan, purun tak lagi dianggap sebagai tanaman liar tanpa guna. Di tangan GoPurun, tanaman ini menjelma sebagai harapan baru—bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk perekonomian lokal.
Dengan inovasi, pelatihan digital, dan semangat berkelanjutan, GoPurun telah membuktikan bahwa UMKM bisa tumbuh dari akar lokal, tapi bercita rasa global.
Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka









