Rutan Karimun beri pembinaan khusus WBP selama Ramadhan

Batamclick.com,
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Kepulauan Riau memberikan pembinaan khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama Ramadhan.

Kepala Rutan Batam Fajar Teguh Wibowo di Batam, Jumat, menyampaikan pembinaan khusus tersebut meliputi shalat tarawih berjamaah, tadarus Al Quran, doa dan dzikir bersama menjelang buka puasa.

“Kami juga mengadakan lomba hafalan Alquran serta program one day one djuz bagi WBP,” kata Fajar.

Selain itu, kata dia, selama sebulan penuh khusus Ramadhan, Rutan Batam juga membuka layanan penitipan makanan untuk WBP yang rindu dengan masakan rumahnya. Bisa berupa takjil atau menu kesukaannya yang dikirimkan oleh keluarga.

“Layanan ini kami jadwalkan setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 15.30 sampai dengan 17.30 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, untuk aktivitas harian WBP selama Ramadhan, lanjut dia, hampir sama seperti hari-hari pada umumnya. Namun, ada kegiatan pembinaan tambahan seperti shalat taraweh berjamaah dan tadarus Al Quran selama Ramadhan.

Fajar menyebut, untuk pembinaan selama Ramadhan, Rutan Batam bekerja sama dengan Kementerian Agama melalui perkumpulan mubaligh Kota Batam, untuk memberikan pembelajaran tentang fiqih Islam, tajwid, hafalan bacaan Al Quran.

“Kami juga ada penguatan iman dan taqwa di Rutan Batam Kelas II A Batam, dengan mengadakan kegiatan seperti kajian, zikir dan doa bersama menjelang buka puasa, serta tadarus Al Quran,” katanya.

Menurut dia, pembinaan khusus selama Ramadhan ini selain untuk menambah wawasan agama warga binaan juga bermanfaat untuk bekal menjalani kehidupan sehari-hari setelah bebas.

Saat ini Rutan Batam dihuni 1.034 WBP yang terdiri atas 564 narapidana dan 470 tahanan. Dengan persentase 84,9 persen Muslim dan 15,1 persen non Muslim.

Selama ibadah Ramadhan ini, karena keterbatasan daya tampung masjid di Rutan Batam, makan WBP yang ingin beribadah di masjid dilakukan secara bergiliran, agar kondisi tetap aman dan tertib.

“Kami buatkan jadwal agar seluruh WBP bisa bergiliran mengikuti shalat taraweh,” katanya.

Begitu juga untuk tadarus Al Quran, diikuti 10 orang WBP yang sudah lancar membaca Al Quran dan sudah memenuhi syarat administrasi seperti sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP).

Sumber, Antara