Finalis Duta Wisata Encik & Puan Batam 2026 Dapat Arahan Langsung Wali Kota

Finalis Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 bertemu Wali Kota Amsakar Achmad, dapat motivasi, arahan, dan dorongan untuk aktif mempromosikan pariwisata Batam secara kreatif.
Finalis Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 bertemu Wali Kota Amsakar Achmad, dapat motivasi, arahan, dan dorongan untuk aktif mempromosikan pariwisata Batam secara kreatif.

BATAMCLICK.COM: Finalis Duta Wisata Encik & Puan Kota Batam 2026 melaksanakan audiensi bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini tidak sekadar seremonial. Para finalis datang membawa harapan. Mereka ingin belajar langsung dari pemimpin daerah. Mereka juga ingin memperkuat langkah menuju malam puncak.

Suasana berlangsung hangat. Para finalis tampak antusias. Mereka menyimak setiap arahan dengan serius. Mereka sadar, perjalanan mereka belum selesai.

Apresiasi untuk Generasi Terpilih

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, langsung memberi apresiasi. Ia menegaskan bahwa para finalis adalah generasi terpilih. Mereka telah melewati proses panjang. Mereka juga telah membuktikan kualitas diri.

“Adik-adik sekalian adalah insan-insan terpilih. Kalian sudah melalui tahapan seleksi yang tidak mudah. Kalian tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga wawasan, sikap, dan kemampuan komunikasi,” ujar Amsakar.

Ia menilai, bekal itu sangat penting. Bekal itu akan menentukan kualitas mereka sebagai duta wisata ke depan.

Peran Strategis Duta Wisata

Amsakar tidak berhenti pada apresiasi. Ia menekankan peran besar yang akan diemban para finalis. Menurutnya, duta wisata bukan sekadar simbol. Mereka adalah jembatan komunikasi.

“Kalian akan menjadi penyambung lidah Pemerintah Kota Batam. Persepsi yang kurang tepat harus diluruskan. Hal-hal negatif harus diubah menjadi positif,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, duta wisata berada di garis depan. Mereka ikut membentuk citra daerah. Mereka ikut menentukan bagaimana Batam dikenal.

Digital Jadi Senjata Promosi

Di era digital, Amsakar memberi pesan tegas. Ia meminta para finalis memanfaatkan teknologi. Ia ingin promosi pariwisata Batam tampil lebih kreatif.

“Manfaatkan media digital dengan bijak. Perkenalkan wisata, budaya, dan keramahan Batam dengan cara yang menarik,” pesannya.

Menurutnya, generasi muda punya keunggulan di dunia digital. Karena itu, peluang ini harus dimaksimalkan.

Integritas dan Keteladanan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, ikut memberi penekanan. Ia mengingatkan pentingnya integritas.

Ia meminta para finalis menjaga sikap. Ia juga menegaskan pentingnya etika dan tanggung jawab.

“Kalian membawa nama Kota Batam. Kalian harus menjadi teladan. Jadilah generasi muda yang inspiratif,” ujarnya.

Pesan itu disambut serius. Para finalis memahami, peran mereka tidak ringan.

Pembinaan Karakter Jadi Kunci

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan tujuan kegiatan ini. Ia menegaskan, audiensi ini bukan sekadar pertemuan biasa.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang pembelajaran. Kami ingin finalis tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memahami peran strategis mereka,” jelasnya.

Ia berharap, para finalis terus berkembang. Ia juga ingin mereka aktif berkontribusi dalam promosi daerah.

Menuju Grand Final

Audiensi ini menjadi bekal penting. Para finalis kini semakin siap. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju malam grand final.

Sebanyak 20 finalis telah terpilih. Mereka terdiri dari 10 putra dan 10 putri. Mereka berhasil menyisihkan ratusan pendaftar.

Sebelum malam puncak, mereka akan menjalani masa karantina. Karantina berlangsung selama empat hari di Hotel Ayola Batam Centre.

Sementara itu, malam grand final akan digelar pada 9 Mei 2026. Lokasinya di Harmoni One Hotel.

Langkah mereka masih panjang. Namun satu hal sudah pasti. Mereka tidak hanya mengejar gelar. Mereka juga membawa misi besar untuk mempromosikan Batam ke tingkat yang lebih luas.