Bantuan Kepri untuk Palestina, Dari Tanjungpinang, Doa dan Donasi Mengalir ke Gaza

Gubernur Ansar Ahmad Serahkan Rp110 Juta dan Ajak Warga Bersatu dalam Kemanusiaan
Gubernur Ansar Ahmad Serahkan Rp110 Juta dan Ajak Warga Bersatu dalam Kemanusiaan

Gubernur Ansar Ahmad Serahkan Rp110 Juta dan Ajak Warga Bersatu dalam Kemanusiaan

Bantuan Kepri untuk Palestina tak sekadar berupa uang. Ia hadir dalam bentuk empati yang mengalir dari ribuan hati warga Kepulauan Riau. Minggu sore itu, di tengah hangatnya cahaya senja di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, sekitar seribu warga berkumpul dalam kegiatan bertajuk Doa dan Penggalangan Dana untuk Palestina. Di sana, kepedulian menjadi nyata.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp110 juta untuk rakyat Palestina. Sebanyak Rp50 juta berasal dari kantong pribadinya, sementara Rp60 juta lainnya terkumpul melalui kegiatan penggalangan dana saat peringatan 1 Muharram tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

“Kalau kita tak bisa bantu dengan harta, setidaknya bantu dengan doa. Jangan pernah diam, karena diam berarti kita turut andil dalam kezaliman,” tegas Gubernur Ansar, penuh haru di hadapan para peserta kegiatan Tanjungpinang Peduli Palestina (TPP).

Hutang Sejarah

Ansar menyebut bahwa Palestina memiliki arti khusus bagi bangsa Indonesia. Bukan semata persoalan kemanusiaan, melainkan juga hutang sejarah yang dalam. Ia mengingatkan bahwa Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan itu diproklamasikan secara resmi.

“Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, Mufti Besar Palestina, bersama saudagar dermawan Muhammad Ali Taher, telah mengumumkan pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 6 September 1944,” tutur Ansar, sembari menyampaikan duka mendalam atas ribuan nyawa yang melayang akibat agresi Israel.

Ansar menegaskan, sudah menjadi kewajiban moral dan spiritual bagi rakyat Indonesia untuk melindungi dan mendoakan rakyat Palestina. “Doa yang tulus dan rezeki yang kita sisihkan, insya Allah akan menjadi cahaya bagi mereka di tengah gelapnya penjajahan,” ujarnya.

Minimal Panjatkan Doa

Sore itu, tak hanya Gubernur yang menyuarakan keprihatinan. Ustadz Derry Sulaiman, yang hadir memberikan tausiyah, turut mengajak jamaah untuk merenungi penderitaan warga Gaza. Dengan suara bergetar, ia menyerukan agar setiap umat Muslim tak tinggal diam.

“Apa pun yang kita punya, berikan yang terbaik. Kalau punya harta, berikan. Kalau tidak, panjatkan doa. Diam berarti menjadi bagian dari kezaliman itu sendiri,” ucap Ustadz Derry yang terkenal dengan karya seni Islami dan dakwahnya yang menyentuh hati.

Ia juga mengungkapkan bahwa tragedi di Gaza justru menjadi titik balik bagi banyak orang di dunia yang akhirnya memilih memeluk Islam karena melihat keteguhan iman rakyat Palestina.

Lelang Lukisan

Menutup kegiatan dengan lelang amal. Lukisan karya Ustadz Derry, tanjak khas Melayu bermotif Palestina, dan jilbab edisi khusus Palestina berhasil menarik perhatian peserta. Menyalurkan semua hasil lelang melalui rekening resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tanjungpinang.

Malam mulai turun, namun semangat dan solidaritas yang terpancar dari wajah-wajah di Lapangan Pamedan masih menyala. Dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau, harapan dan doa untuk Palestina terus mengalir. Karena bagi mereka, membantu Palestina bukan hanya pilihan, tapi panggilan kemanusiaan.