187 Usulan Musrenbang di Seluruh Kecamatan Ditampung Pemkab Karimun

Draf uslan setiap Kecamatan dalam forum OPD di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun

BATAMCLICK.COM: Sebanyak 187 usulan dari semua Kecamatan se Kabupaten Karimun, ditampung Pemkab Karimun sebagai dasar dalam rencana pembangunan pada pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Karimun.

Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang digelar Pemkab Karimun, di Gedung Serbaguna Kantor Bupati, Rabu (10/3).

Ke 187 usulan tersebut telah dirangkum oleh Baperlitbang Kabupaten Karimun, dengan rincian antara lain satu usulan ditujukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dua usulan kepada Dinas Kesehatan, dua usulan untuk Dinas Lingkungan Hidup, satu uslan untuk Dinas Pangan dan Pertanian, satu usulan untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, 137 usulan untuk Dinas PUPR, tujuh usulan untuk Dinas Pendidikan, 18 usulan untuk Dinas Perhubungan, enam usulan untuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), terakhir 18 usulan untuk Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Kebesihan.

BACA JUGA:   Reuni Akbar SMPN 11 Batam, Dihadiri 24 Angkatan

Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam membuka kegiatan tersebut mengatakan, forum OPD atau SKPD merupakan salah satu wadah dalam menampung semua usulan, yang nantinya menjadi ranah dari para stakeholder.

“Setelah Musrenbang di tingkat Kecamatan, maka kegiatan ini menjadi sarana untuk meninventarisir usulan. Fungsi dari forum ini adalah sebagai salah satu strategi pembangunan, agar seluruh OPD dapat mensinkronkan semua usulan prioritas pembangunan yang dihasilkan,” ungkap Rafiq.

Rafiq berharap, agar semua tahapan penyusunan perencanaan harus menjamin keterlibatan semua elemen masyarakat, dalam menyampaikan saran dan usulan pada penyusunan perencanaan pembangunan di Kabupaten Karimun.

BACA JUGA:   DKP Kepri Fasilitasi Pemulangan Nelayan Bintan dari Malaysia

Dijelaskan Rafiq, disaat kita diharapkan dengan keterbatasan anggaran, maka perlu inventarisir urulan yang betul-betul prioritas.

“Suksesnya sebuah pembangunan dilihat dari seberapa besar dampak dan nilai manfaat, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Rafiq.

Menurutnya, forum SKPD atau OPD tersebut dilaksanakan dalam rangka menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2022.

“Tujuan lain adalah, menyelaraskan program dan kegiatan OPD dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang tingkat Kecamatan, untuk kemudian di input kedalam sistem sebagai salah satu bahan dalam penyusunan renja OPD. Kemudian, mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan OPD, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” pungkas Rafiq.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *