Investasi Asing Jadi Harapan Baru di Tengah Gelombang PHK

BATAMCLICK.COM, Jakarta: Di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih melanda Indonesia sejak tahun lalu hingga awal 2025, pemerintah memilih jalan optimistis: mendorong penciptaan lapangan kerja lewat peningkatan investasi. Tak hanya mengandalkan modal dalam negeri, arus investasi asing, termasuk dari China, kini menjadi tulang punggung upaya pemulihan ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menyebutkan bahwa sepanjang 2024, ada lebih dari 257 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terkena PHK. Angka ini terus bertambah pada kuartal pertama 2025, mencapai hampir 74 ribu kasus.

Namun di sisi lain, data juga menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2024, realisasi investasi di Indonesia tumbuh sebesar 20,8 persen secara tahunan, mencapai Rp1.714,2 triliun—melampaui target pemerintah yang sebesar Rp1.650 triliun. Tak hanya mencetak angka, capaian ini ikut menghadirkan lebih dari 2,4 juta lapangan kerja di berbagai sektor.

Investasi asing langsung (FDI) menjadi motor utama. Pada tiga bulan pertama 2025, FDI meningkat 12,7 persen, mencapai Rp230,4 triliun. Singapura masih menjadi investor terbesar, disusul oleh Hong Kong, China Daratan, Malaysia, dan Amerika Serikat. China, khususnya, tampil dominan dengan masuk ke berbagai sektor strategis mulai dari manufaktur, kendaraan energi baru (NEV), energi hijau, hingga digital.

Salah satu proyek raksasa datang dari Hongshi Holding Group yang akan mengucurkan dana hingga 5 miliar dolar AS secara bertahap untuk membangun kawasan industri di Indonesia. Proyek ini mencakup produksi silikon, polisilikon, baterai, hingga pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2 GW. Targetnya rampung akhir 2026 dan diproyeksikan membuka sekitar 18 ribu lapangan kerja baru.

Tak ketinggalan, Jiangsu Xinfang Technology Group juga membangun pabrik benang berorientasi ekspor di Subang Smartpolitan, Jawa Barat, dengan nilai investasi tahap pertama sebesar 30 juta dolar AS. Ratusan tenaga kerja lokal akan diserap dari proyek ini.

Di bidang kendaraan listrik, BYD Auto Industry Co., Ltd. berinvestasi sebesar Rp16,3 triliun untuk membangun pabrik mobil listrik di Subang, menjadikannya salah satu kawasan industri otomotif terbesar di Indonesia. Dari sektor digital, Tencent memperkuat komitmennya dengan menanamkan dana 500 juta dolar AS untuk membangun pusat data ketiga di Indonesia.

Kemitraan strategis Indonesia-China juga diwujudkan dalam inisiatif Dua Negara, Taman Kembar (Two Countries Twin Park/TCTP) di Batang, Jawa Tengah. Program ini ditargetkan menyedot investasi hingga Rp60 triliun dan menciptakan 10 ribu lapangan kerja baru. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Maret lalu, disaksikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Dubes China untuk Indonesia, Wang Lutong.

Menurut Airlangga, program TCTP bukan sekadar urusan investasi, tapi juga menyangkut integrasi rantai pasokan, alih teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional agar mampu bersaing di pasar global.

Di tengah tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan yang belum reda, arus investasi ini menjadi harapan baru. Bukan hanya menambal luka akibat PHK, tapi juga menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing.

Sumber: Antara
Editor: Novia Rizka