Dinsos PM Batam tegaskan fokus Taruna Siaga Bencana tangani korban

Batamclick.com,
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau menegaskan fokus peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) terhadap penanganan korban terdampak bencana daripada menyangkut kebencanaan dan kerusakan fisik lingkungan.

Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman menjelaskan Tagana bertugas memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kebutuhan pangan.

“Kalau kami menangani orang yang terdampak bencana. Dia mau tinggal di mana, kita kasih tenda. Dia mau tidur di mana, kita kasih kasur. Dia mau makan apa, kita siapkan makan,” ujar dia dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Dia mengatakan hal tersebut menanggapi kasus kebakaran di Kota Batam yang berdampak kepada pelaku usaha dan penjual di pasar.

“Kalau itu bukan ranah kami, seperti kebakaran di sebuah pasar dan penataan ulang untuk pelaku usaha, itu bukan Dinsos,” kata dia.

Ia menjelaskan peran Dinsos PM Batam berbeda dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) yang fokus terhadap revitalisasi atau perbaikan bangunan yang rusak akibat bencana.

“Di Batam, bencana biasanya seperti puting beliung, kebakaran, longsor. Itu peran Dinsos PM untuk menyiapkan tenda dan perlengkapan tidur bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati. Jika tidak memungkinkan sama sekali, korban dibawa ke selter Dinsos kami,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan bantuan sembako juga disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.

“Untuk kondisi tertentu, korban mendapat bantuan makanan siap saji. Kalau skala bencana cukup besar dan berdampak pada banyak kepala keluarga, Dinsos PM Batam akan mengoperasikan dapur umum. Kita punya mobilnya dari kementerian,” kata dia.

Sebagai daerah kepulauan, Batam juga memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan bencana.

“Untuk menjangkau wilayah pulau, Tagana juga memiliki speedboat, kapal karet, serta mesin tempel. Tim siap diterjunkan hingga ke pulau-pulau,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa terdapat 33 relawan Tagana aktif di Batam yang tersebar di setiap kecamatan yang bersifat sukarelawan.

Meski demikian, Zulkifli mengakui sebagian peralatan tanggap darurat sudah cukup lama dan membutuhkan pembaruan.

Saat ini, pihaknya sedang mengurus proses hibah aset dari kementerian agar dapat dilakukan pengadaan baru melalui APBD.

“Alat itu ada masa pakainya. Kalau tidak diperbarui tentu akan berpengaruh pada kesiapsiagaan. Jadi sekarang kami sedang mengurus agar dapat bisa mendapatkan peralatan baru,” ujarnya.

Sumber, Antara