Batamclick.com,
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi pergerakan pemudik saat libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di sana mencapai 900 ribu orang atau naik 5 persen dibanding 2025 yang mencapai 857 ribu orang.
Sedangkan angka perkiraan pergerakan pemudik secara nasional menurut Kementerian Perhubungan RI, justru mengalami penurunan sebesar 1,75 persen dibanding 2025, yaitu dari 154 juta orang menjadi 143 juta orang.
“Secara nasional turun, tapi di Kepri jumlah pemudik diprediksi naik, yang di antaranya dipicu faktor ekonomi dan keinginan kuat bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman,” kata Kepala Dishub Kepri Junaidi di Tanjungpinang, Sabtu.
Junaidi mengatakan pemudik di Kepri didominasi menggunakan transportasi laut antarpulau maupun lintas provinsi karena geografis wilayah maritim, dan sebagian lainnya melalui transportasi darat maupun udara.
Ia memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri di Kepri dimulai pada 18 sampai 19 Maret 2026. Pemerintah Provinsi Kepri dan seluruh pemangku kepentingan telah melaksanakan pemantauan dan pengendalian angkutan mudik sejak 13 sampai dengan 30 Maret 2026.
Ia pun memastikan kelaikan operasi seluruh transportasi darat, laut dan udara, karena telah melewati tahapan ramp check.
“Kami juga memprioritaskan pengangkutan kebutuhan sembako, alat kesehatan, bantuan bencana alam dan ambulance orang sakit menggunakan transportasi laut,” ujar dia.
Junaidi mengatakan kesiapan sarana dan prasarana transportasi di Kepri untuk transportasi darat sebanyak 70 bus rute Tanjungpinang, Bintan, Lingga dan Natuna. Lalu, ada enam kapal Pelni rute antarpulau di Kepri hingga lintas provinsi.
Berikutnya, 335 kapal cepat meliputi Batam 145 kapal, kemudian Tanjungpinang 40 kapal, Karimun 134 kapal dan Tanjung Uban 16 kapal. Selanjutnya, ada 19 kapal motor penyeberangan atau RoRo dan 52 transportasi udara tujuan berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga mengatakan beberapa hal yang perlu diantisipasi jelang arus mudik Lebaran ini, seperti kondisi cuaca dan kenaikan BBM imbas perang di Timur Tengah. Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama pemerintah termasuk masyarakat agar perayaan Idul Fitri tetap berlangsung aman dan kondusif.
“Pemerintah telah mendirikan posko pelayanan dan pengamanan mudik di titik-titik vital, seperti pelabuhan dan bandara guna menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat yang akan mudik ke berbagai daerah tujuan,” katanya.
Sumber, Antara








