BATAMCLICK.COM: Ujian Paket warga binaan Lapas Gorontalo kembali digelar sebagai bagian dari program pembinaan pendidikan di lingkungan pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo memfasilitasi ujian kesetaraan Paket A dan Paket B bagi para warga binaan agar tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa hukuman.
Program ini berlangsung di ruang pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Pengayoman. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Lapas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para warga binaan.
Pendidikan Jadi Bekal Setelah Bebas
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo, Junaidi Rison, menegaskan pendidikan merupakan hak seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Menurutnya, program pendidikan ini menjadi salah satu upaya pembinaan untuk membantu warga binaan memperbaiki kualitas diri. Selain itu, ilmu pengetahuan juga diharapkan menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Program ini merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia setiap warga binaan,” kata Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan pendidikan terus menjadi perhatian utama pihak lapas. Program tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
Dorong Warga Binaan Bangun Masa Depan
Melalui program pendidikan ini, pihak lapas ingin menumbuhkan motivasi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dengan begitu, mereka dapat membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Junaidi menilai pendidikan mampu membuka harapan baru bagi para warga binaan. Karena itu, pihaknya terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang berdampak positif selama masa pemasyarakatan.
Belasan Warga Binaan Ikut Ujian Kesetaraan
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Gorontalo, Untung Zakaria, menjelaskan ujian berlangsung selama tiga hari seperti ujian sekolah pada umumnya.
Sebanyak 13 warga binaan mengikuti ujian Paket A setara Sekolah Dasar (SD). Selain itu, enam warga binaan lainnya mengikuti ujian Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurut Untung, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian di bidang pendidikan. Melalui PKBM Pengayoman, pihak lapas juga berkomitmen mendukung peningkatan kemampuan akademik para warga binaan.
Kesempatan untuk Menambah Pengetahuan
Untung berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Ia ingin para warga binaan terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik selama menjalani masa pemasyarakatan.
“Besar harapan kami, setiap warga binaan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademik selama menjalani masa pemasyarakatan,” ujarnya.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Gorontalo tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan. Namun, lapas juga membuka jalan bagi warga binaan untuk menata kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.









