Jelang Iduladha, Karantina Kepri Perketat Pengawasan Ribuan Hewan Kurban

Karantina Kepri memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Ribuan sapi dan kambing diperiksa untuk memastikan bebas PMK, LSD, dan penyakit lainnya.
Karantina Kepri memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Ribuan sapi dan kambing diperiksa untuk memastikan bebas PMK, LSD, dan penyakit lainnya.

BATAMCLICK.COM: Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan hewan kurban di Kepulauan Riau diperketat. Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) meningkatkan pengawasan di seluruh pintu pemasukan. Langkah ini dilakukan agar hewan kurban yang masuk tetap sehat, aman, dan bebas penyakit.

Kepri Jadi Jalur Strategis Hewan Kurban

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan. Mobilitas komoditas pun cukup tinggi. Karena itu, pengawasan harus berjalan lebih ketat.

Menurutnya, lalu lintas hewan kurban menjadi perhatian utama. Sebab, risiko masuknya penyakit hewan ikut meningkat saat volume pengiriman bertambah.

“Kami terus memastikan hewan kurban yang masuk dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” kata Hasim.

Waspadai PMK, LSD, hingga Jembrana

Karantina Kepri fokus mencegah masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain penyakit mulut dan kuku (PMK), kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD), serta Jembrana.

Untuk itu, petugas memperketat pengawasan hewan dari berbagai daerah pemasok. Lampung dan Tabanan, Bali, menjadi dua wilayah yang rutin mengirim hewan kurban ke Kepri.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya melindungi sumber daya hayati dan menjaga keamanan pangan masyarakat.

Pemasukan Hewan Kurban Terus Meningkat

Data Best Trust hingga 12 Mei 2026 menunjukkan jumlah hewan kurban yang masuk ke Kepulauan Riau mencapai 3.894 ekor sapi dan 11.555 ekor kambing.

Angka itu menunjukkan tren peningkatan menjelang Iduladha. Pada 2025, pemasukan sapi pada Mei naik 219,51 persen dibanding April. Sementara kambing melonjak hingga 410,56 persen.

Tren serupa juga terjadi pada 2026. Pada April, pemasukan sapi naik 127,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan kambing meningkat 301,15 persen.

Hasim mengatakan lonjakan seperti ini umumnya terjadi satu hingga dua bulan sebelum Iduladha. Karena itu, pengawasan terus diperketat.

Pemeriksaan Dilakukan Berlapis

Petugas karantina tidak hanya memeriksa dokumen. Mereka juga memeriksa kondisi fisik hewan dan mengambil sampel darah jika diperlukan.

Setiap hewan wajib memiliki Sertifikat Veteriner (SV), dokumen karantina daerah asal, dan hasil laboratorium yang menyatakan bebas HPHK.

Selain itu, Karantina Kepri juga mengingatkan pelaku usaha dan masyarakat agar melengkapi dokumen serta melaporkan pemasukan hewan. Langkah ini penting agar pengawasan berjalan lancar dan keamanan pangan masyarakat tetap terjaga.***