
Jakarta Kota Global terus menunjukkan langkah nyata menuju kota berkelas internasional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tidak hanya fokus membangun wilayah dari dalam, tetapi juga memperkuat jejaring global dengan berbagai kota di dunia.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan penguatan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam memperluas konektivitas global sekaligus berbagi inovasi pembangunan kota.

Menurutnya, Jakarta harus terus bergerak dan beradaptasi agar mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia.
Jakarta Perkuat Jejaring Internasional
Uus menegaskan, status Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya dibangun melalui infrastruktur modern. Namun, Jakarta juga harus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi internasional.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat hubungan dengan berbagai kota dunia. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka peluang kerja sama baru, memperluas investasi, dan menghadirkan inovasi pembangunan perkotaan.
“Penguatan kerja sama internasional dilakukan untuk memperluas konektivitas global dan berbagi inovasi pembangunan kota,” ujar Uus di Jakarta, Senin.
Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global
Di tengah tekanan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil, Jakarta justru mampu menunjukkan performa yang positif.
Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada akhir 2025 mencapai 5,21 persen. Angka itu kemudian meningkat menjadi 5,56 persen pada awal 2026.
Capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Jakarta masih sangat kuat.
Uus menilai pertumbuhan itu menjadi bukti bahwa Jakarta tetap berkembang dan mampu menjaga stabilitas ekonomi meski dunia menghadapi berbagai tantangan.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jakarta mampu menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat. Ini membuktikan bahwa Jakarta tetap tumbuh, berkembang, dan siap bersaing di tingkat global,” katanya.
Rasuna Said Ditata Jadi Wajah Baru Jakarta
Selain memperkuat ekonomi, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan penataan kawasan strategis ibu kota.
Salah satu fokus utama berada di kawasan Jalan HR Rasuna Said dan Kuningan. Kawasan ini ditargetkan tampil lebih tertata, modern, dan representatif menjelang Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026.
Penataan dilakukan karena kawasan tersebut memiliki posisi yang sangat strategis. Di sana berdiri kantor kedutaan besar, kementerian, pusat perdagangan, hingga pusat ekonomi nasional.
Pemprov DKI Jakarta ingin menghadirkan wajah ibu kota yang lebih nyaman, rapi, dan membanggakan di mata dunia.
“Jakarta harus terus ditata dan dibangun agar benar-benar menjadi kota global yang nyata. Penataan kawasan Rasuna Said dan Kuningan merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah Jakarta yang modern, nyaman, dan membanggakan,” tutur Uus.
Budaya Betawi Tetap Jadi Identitas Jakarta
Meski terus berkembang menjadi kota global, Jakarta tetap berupaya menjaga identitas budayanya.
Uus menegaskan budaya Betawi akan tetap menjadi budaya inti Kota Jakarta. Karena itu, transformasi ibu kota harus berjalan seimbang antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat ikut mendukung proses transformasi Jakarta menuju kota global.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jakarta tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh warga.
“Dukungan seluruh warga Jakarta menjadi kata kunci agar Jakarta dapat menjadi kota kebanggaan berskala internasional, dengan tetap menjunjung budaya Betawi sebagai budaya inti Kota Jakarta,” ungkap Uus.







