
BAATMCLICK.COM: International Jazz Day 2026 di Batam berakhir dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Sejak sore, penonton mulai berdatangan. Mereka memenuhi area acara. Antusiasme langsung terasa. Energi positif mengalir sejak awal hingga akhir pertunjukan.
Nostalgia Lembut dari Sausan
Pertunjukan dimulai pukul 17.00. Sausan membuka panggung dengan penuh penghayatan. Ia membawakan lagu-lagu dari January Christy. Suaranya terdengar lembut. Karakternya kuat. Ia menghidupkan kembali nuansa jazz klasik Indonesia.

Penonton pun terhanyut. Mereka menikmati setiap nada. Suasana terasa intim. Nostalgia mengalir perlahan. Momen ini menjadi pembuka yang tenang namun berkesan.
Roadroots Bangkitkan Energi Penonton
Memasuki pukul 19.00, suasana berubah. Roadroots naik ke atas panggung. Mereka langsung memacu tempo. Musik menjadi lebih ceria. Irama terasa lebih cepat.
Penonton ikut bergerak. Mereka bernyanyi bersama. Interaksi terasa hangat. Tidak ada jarak antara musisi dan penikmat musik. Energi terus meningkat. Suasana semakin hidup dan penuh kegembiraan.
Nita Aartsen Tutup dengan Sentuhan Latin
Malam mencapai puncaknya saat Nita Aartsen tampil. Ia tidak sendiri. Brandon Aartsen mengisi bass. Pong Nakornchai memainkan drum. Alexander hadir sebagai vokalis.
Mereka menyuguhkan lagu-lagu berirama latin. Musik terdengar segar. Dinamikanya terasa kuat. Irama yang enerjik mengajak penonton berdiri. Banyak yang mulai menari. Suasana berubah menjadi pesta kecil yang meriah.
Penampilan ini menjadi penutup yang tak terlupakan. Hangat. Penuh warna. Dan sangat hidup.
Harmoni yang Menyatukan
Rangkaian International Jazz Day 2026 di Batam resmi berakhir. Festival ini tidak hanya menghadirkan musik. Namun juga menyatukan musisi dan penikmat jazz dalam satu harmoni.
Kenangan pun tertinggal. Suasana hangat masih terasa. Dan publik kini menantikan pertemuan berikutnya.
Sampai jumpa di International Jazz Day 2027.







