BP Batam: Volume peti kemas pelabuhan tumbuh 12 persen secara tahunan

Batamclick.com,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat volume bongkar muat peti kemas meningkat sebesar 12 persen pada triwulan I 2026, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Berdasarkan data Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, pertumbuhan volume sebelumnya 166 Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) menjadi 187 ribu TEUs.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat menegaskan bahwa capaian ini sebagai bukti nyata, semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.

Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional.

“Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar.

Dari peningkatan tersebut, 69 persen aktivitas ditopang oleh Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencapai 128.556 TEUs atau tumbuh 22 persen pada triwulan I 2026.

Kinerja logistik ini turut didukung oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama, sebesar 2,6 juta ton tahun lalu.

Untuk aktivitas bongkar muat general cargo, Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan sebesar 21 persen di periode tersebut.

Selain kinerja logistik, sektor layanan penumpang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Sepanjang triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam tercatat mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen, khususnya menuju Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20 persen menjadi 1.191.135 orang.

Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur menjadi titik tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin baik, sejalan dengan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPB) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.

Anggota Deputi/Bidang Pengusahaan, Denny Tondano yang membawahi Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar-stakeholder serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga pelayanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.

Sumber, Antara