Batamclick.com,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengirimkan sampel makanan dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Air Asuk ke Kota Batam untuk diuji di laboratorium.
Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas Feri Oktavia, dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan pada Rabu (15/4) terjadi kasus keracunan yang menimpa 156 warga di Kecamatan Siantan Tengah.
Ke-156 warga ini diduga keracunan makanan yang diproduksi oleh SPPG Air Asuk di Kecamatan Siantan Tengah, yang berada di bawah naungan Yayasan Pangan Intan Permata.
Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Siantan dan Rumah Sakit Palmatak untuk mendapatkan penanganan medis. Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan setempat melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Namun, karena keterbatasan fasilitas di daerah, pengujian dilakukan di Kota Batam melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Sampel makanan yang diuji meliputi telur saus kecap, sayur, tempe goreng dan air. Hasilnya diperkirakan keluar pada Senin,” ucap Feri.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas Sofi menyampaikan dari 156 korban, sebanyak 149 orang telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit.
“Korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga balita. Pada malam harinya (Rabu,15/4), sekitar 149 orang sudah kembali ke rumah,” katanya.
Ia menjelaskan gejala yang dialami korban, antara lain mual, muntah, sakit perut, lemas, pusing, diare, dan demam.
Adapun menu MBG di sekolah terdiri atas nasi, telur saus kecap, tempe goreng marinasi, serta tumis sayur berupa wortel, buncis, dan sawi, yang dilengkapi buah lengkeng. Sementara itu, menu di posyandu meliputi roti, telur rebus tanpa olahan tambahan, susu diamond untuk bayi, susu kacang hijau bagi ibu hamil dan ibu menyusui, serta buah apel.
“Jumlah porsi yang diproduksi oleh SPPG tersebut mencapai 1.121 porsi,” ujar dia.
Sumber, Antara








