Apresiasi, Dedikasi, dan Jaringan yang Masih Dikejar

BATAMCLICK.COM: Melalui sambungan daring, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan apresiasinya kepada prajurit Jalasena. “Ini adalah penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah Indonesia. Saya akan mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa kepada para prajurit yang menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam operasi ini,” ujarnya bangga.

Kasal juga mengungkap, penyelundupan dua ton narkoba ini berpotensi merusak hingga 16 juta nyawa. Satu angka yang mencerminkan betapa besar bahaya yang berhasil dicegah.

Senada, Sesmenko Polhukam Letjen TNI Mochammad Hasan menekankan bahwa pemberantasan narkoba adalah pekerjaan besar yang harus melibatkan semua unsur — bukan hanya aparat, tapi juga masyarakat.

Pihak TNI AL dan BNN masih terus menelusuri jejak asal kapal dan jaringan narkotika yang lebih besar. “Yang kita harapkan bukan hanya pengungkapan barang bukti atau pelaku lapangan. Kita ingin mengungkap seluruh sindikat di balik layar,” tegas Tantan menutup pernyataan.

Malam itu, Batam jadi saksi. Dua ton narkoba — dua ton kehancuran — berakhir menjadi abu. Sebuah pesan kuat bahwa negara tak pernah lelah berdiri di garis depan, menjaga masa depan anak-anaknya dari jebakan kematian bernama narkotika.

Merlinda
Editor: Abd Hamid