BATAMCLICK.COM: Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3) untuk sejumlah komoditas pertanian yang dikirim dari berbagai pulau di Kabupaten Natuna.
Berdasarkan data aplikasi Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust), komoditas yang dilalulintaskan meliputi 80.000 bibit kelapa, 12.360 kilogram kelapa jambul, 6.474,5 kilogram cengkeh, dan 2.466 tangkai cengkeh. Total nilai transaksi komoditas tersebut mencapai Rp1,26 miliar.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan sektor pertanian di Natuna terus menjadi salah satu penopang perekonomian daerah di tengah dominasi sektor perikanan yang masih menjadi sumber pendapatan utama masyarakat.
“Karantina memastikan setiap lalu lintas media pembawa berjalan lancar serta bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” ujar Hasim.
Ia menjelaskan seluruh komoditas tersebut berasal dari Pulau Bunguran dan Pulau Midai. Sebanyak 80.000 bibit kelapa dikirim ke Kabupaten Bintan, kelapa jambul menuju Tanjungpinang, sedangkan cengkeh beserta tangkainya dikirim ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Hasim menegaskan Karantina Kepri berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dan pelayanan optimal dalam menjamin keamanan serta kesehatan komoditas pertanian pada lalulintas antarwilayah.
Selain itu, Karantina Kepri juga terus menghadirkan kemudahan layanan bagi pengguna jasa melalui sistem digital.
“Dengan PTK Online, pengguna jasa dapat mengajukan permohonan dari mana saja tanpa harus datang ke kantor karantina. Layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau,” tutup Hasim.









