Ekonomi Batam Melaju Kencang, Investasi Tembus Rp17,4 Triliun dan Direct Call Internasional Melonjak 212 Persen

Ekonomi Batam melaju kencang pada 2026. Investasi mencapai Rp17,4 triliun, layanan direct call internasional di Pelabuhan Batu Ampar melonjak 212 persen, sementara ekspor ke berbagai negara utama terus tumbuh signifikan.
Ekonomi Batam melaju kencang pada 2026. Investasi mencapai Rp17,4 triliun, layanan direct call internasional di Pelabuhan Batu Ampar melonjak 212 persen, sementara ekspor ke berbagai negara utama terus tumbuh signifikan.

BATAMCLICK.COM: Ekonomi Batam melaju kencang sepanjang awal 2026. Pertumbuhan investasi yang melesat, lonjakan aktivitas logistik internasional, serta peningkatan ekspor ke berbagai negara menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin kokoh sebagai pusat perdagangan dan investasi di Indonesia.

Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,4 triliun pada triwulan I 2026, Batam kembali menunjukkan performa impresif melalui peningkatan aktivitas pelabuhan dan ekspor yang tumbuh signifikan di pasar global.

Investasi Tumbuh Lebih dari 100 Persen

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) sebelumnya mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun.

Angka tersebut tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhannya mencapai 68,92 persen.

Capaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan prospek ekonomi Batam yang terus berkembang.

Direct Call Internasional Melonjak 212 Persen

Kinerja logistik Batam juga menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan.

Data operasional Batu Ampar Container Terminal mencatat jumlah layanan direct call internasional pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 106 kunjungan kapal.

Jumlah tersebut melonjak 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 34 direct call.

Tidak hanya itu, volume peti kemas yang dilayani melalui jalur pelayaran langsung internasional juga meningkat tajam.

Sepanjang lima bulan pertama 2026, volume direct call mencapai 58.237 TEUs. Angka ini naik 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 25.904 TEUs.

Capaian tersebut menyumbang sekitar 24 persen dari total volume peti kemas internasional yang ditangani Pelabuhan Batu Ampar.

Peningkatan ini sekaligus menunjukkan semakin kuatnya peran Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang perdagangan internasional dan berkurangnya ketergantungan terhadap skema transshipment melalui pelabuhan negara tetangga.

Ekspor Batam Tumbuh di Pasar Global

Di sektor perdagangan internasional, Batam juga mencatat kinerja yang menjanjikan.

Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Batam dengan nilai mencapai USD 860,32 juta pada Januari-Februari 2026. Nilai tersebut tumbuh 30,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Singapura berada di posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar USD 704,47 juta atau meningkat 4,52 persen.

Sementara itu, India mencatat pertumbuhan paling spektakuler. Nilai ekspor ke negara tersebut melonjak 410,23 persen menjadi USD 344,67 juta.

Pertumbuhan ekspor juga terjadi ke sejumlah negara lainnya.

Ekspor ke Tiongkok meningkat 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta. Kemudian ekspor ke Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta. Sementara ekspor ke Filipina melonjak hingga USD 89,68 juta.

Batam Kian Dipercaya Investor

Pelaksana Harian Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan capaian tersebut menunjukkan posisi strategis Batam yang semakin penting bagi perekonomian Indonesia bagian barat.

Menurutnya, pertumbuhan investasi yang kuat dan aktivitas logistik yang terus meningkat menjadi bukti bahwa dunia usaha semakin percaya terhadap Batam.

Kondisi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap sektor industri, perdagangan, jasa, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian barat,” ujarnya.

Batu Ampar Jadi Motor Perdagangan Internasional

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung kelancaran arus logistik, investasi, dan mobilitas barang.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, juga menegaskan bahwa peningkatan kinerja ekonomi Batam mencerminkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap daerah tersebut.

“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” katanya.

Dengan investasi yang tumbuh pesat, ekspor yang terus menguat, serta aktivitas pelabuhan yang semakin ramai, Batam kembali menegaskan posisinya sebagai motor ekonomi Kepulauan Riau dan salah satu pusat pertumbuhan paling dinamis di Indonesia.

BP Batam optimistis tren positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan utilitas, peningkatan kepastian berusaha, serta pembangunan ekosistem industri yang kompetitif dan berkelanjutan.***