Puluhan hingga ratusan driver ojek online dikerahkan ke kantor media di Batam dan Tanjungpinang. Gojek bergerak cepat membela kebebasan pers dan melindungi mitra pengemudi.
Teror media di Kepri mengguncang dunia jurnalisme lokal. Tiga media di Kepulauan Riau—Batamnews, Ulasan Network, dan Tribun Batam—mendadak diserbu puluhan hingga ratusan pengemudi ojek online yang mengantarkan pesanan misterius. Lokasi yang menjadi sasaran bukan hanya di Batam, tapi juga menyasar Tanjungpinang. Semuanya bermuara pada satu bentuk ancaman: orderan fiktif yang sistematis.
Manajemen Gojek akhirnya angkat bicara. Bukan hanya menyesalkan kejadian ini, mereka juga secara tegas menyatakan keberpihakan pada kebebasan pers dan perlindungan terhadap mitra pengemudi.
“Kami menyayangkan peristiwa yang terjadi di Kepulauan Riau, termasuk Batam, yang menimpa beberapa kantor media akibat tindakan tidak bertanggung jawab melalui layanan pengiriman barang online, termasuk yang menggunakan aplikasi Gojek,” ujar Mulawarman, Head of Regional Corporate Affairs Gojek.
Gojek, sambung Mulawarman, menghormati peran vital jurnalisme sebagai penopang transparansi. Oleh sebab itu, mereka mengecam keras segala bentuk intervensi yang mengganggu kerja-kerja wartawan, termasuk teror digital yang mengganggu ruang redaksi.
Begitu menerima laporan, Gojek langsung melakukan investigasi internal. Hasilnya, segera menonaktifkan akun pelaku order fiktif, demi mencegah kerugian lebih lanjut.
“Pihak yang menerima pesanan tanpa pernah melakukan pemesanan tidak perlu membayar atau menerima pesanan itu. Cukup laporkan melalui Mitra Driver, dan laporan itu akan kami tindaklanjuti,” tegas Mulawarman.
Gojek juga terus memperkuat edukasi kepada seluruh mitra pengemudi. Meminta mereka untuk memastikan validitas setiap pesanan sebelum melakukan pengantaran. Sebagai bentuk tanggung jawab, Gojek bahkan berjanji menanggung sepenuhnya kerugian mitra driver akibat order fiktif ini.
“Kami ingin mitra kami tetap merasa aman dan tidak terdampak secara finansial,” ujar Mulawarman lagi.
Sebagai bagian dari ekosistem digital yang bertanggung jawab, Gojek menyatakan komitmennya untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna, termasuk media yang kini menjadi korban.
“Kami siap mendukung proses investigasi oleh pihak berwenang dan akan memberikan data yang diperlukan serta bekerja sama penuh dengan kepolisian,” tutupnya.









