Baru Bebas Karena Sabu-sabu dan Mengaku Kapok, Millen Cyrus Kembali Tersandung Kasus Narkoba

BATAMCLICK.COM, Selebgram Millen Cyrus (21) diduga kembali tersandung narkoba hanya sebulan setelah bebas dari masa rehabilitasi.

Dalam liputan Kompas TV, Millen terjaring razia protokol kesehatan (prokes) yang diadakan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Razia tersebut dilakukan pihak kepolisian di Kafe Brotherhood, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polisi lantas melakukan tes urine kepada para pengunjung yang terjaring. Hasilnya, Millen dan rekannya terdeteksi positif menggunakan psikotropika Benzo.

“Dari tempat ini, kita bisa (menjaring) ada selebgram satu orang inisial MC bersama temannya itu positif Benzo,” kata Direktur Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa, Minggu.

Selain Millen dan rekannya, ada pengunjung lain yang juga dinyatakan positif menggunakan Benzo.

Sehingga, dijabarkan Mukti, ada empat orang yang dipastikan mengonsumsi narkoba.

“Dan satu orang terbukti memakai ekstasi, amfetamin. Jadi, empat orang hari ini dinyatakan positif,” jelasnya.

BACA JUGA:   Kisah Eks Kiper Inter Milan yang Pensiun saat Lawan Timnas Indonesia

Millen beserta tiga pengunjung kafe yang positif narkoba itu kemudian digiring ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

“Kita bawa ke kantor. Kita amankan. Jika dia terbukti menggunakan Benzo, kita mungkin akan melakukan rehab. (Mereka) diamankan di Polda Metro untuk didalami, untuk kita kembangkan. Nanti pelaku-pelakunya kita usut, kita dalami lagi,” ujar Mukti.

Bagi Millen, ini kedua kalinya keponakan penyanyi Ashanty itu tersandung kasus narkoba.

Sebelumnya, Millen ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu pada November 2020 silam.

Ia diringkus di hotel kawasan Jakarta Utara bersama seorang pria berinisial JR pada Minggu (22/11/2020). Temannya kemudian dinyatakan negatif narkoba.

Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,3 gram, satu alat hisap bong, dan satu botol minuman keras.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Ahrie Sonta kala itu mengatakan, Millen mengaku baru menggunakan narkoba.

BACA JUGA:   Siasat Eks Pegawai Bank Tilap Rp 1,3 M Milik Nasabah Terungkap

“Millen kita sudah tetapkan tersangka, sudah karena dia kan positif dan barang buktinya ada pada dia. Katanya sudah beberapa kali menggunakan,” ujar Ahrie pada Senin (23/11/2020).

Pihak keluarga kemudian mengajukan agar Millen menjalani rehabilitasi sebagai pengganti hukuman penjara.

Permintaan itu kemudian dikabulkan dan Millen pun direhabilitasi pada 1 Desember 2020.

Millen baru saja terbebas dari rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor, Jawa Barat, pada 11 Januari lalu.

Sempat bilang kapok

Ketika ditangkap karena kasus sabu, Millen terisak sembari memohon maaf terutama kepada keluarganya.

“Kepada teman media, saya sangat meminta maaf untuk keluarga saya, mama dan keluarga besar saya, dan teman-teman saya,” ucap Millen dalan jumpa pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (23/11/2020).

Dia bahkan mengajak masyarakat untuk tidak meniru kesalahannya dan menjauhi narkoba.

BACA JUGA:   Penusuk Syekh Ali Jaber Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

“Saya minta maaf dan terima kasih kepada bapak Kapolres dan semua tim, saya salah, saya memakai, saya juga menggunakan alkohol, saya salah banget untuk semuanya jangan ditiru pokoknya jauhi narkoba, terima kasih,” sambungnya.

Setelah bebas, Millen kembali menekankan bahwa dirinya kapok memakai narkoba.

Ia juga menyatakan keinginannya untuk lebih dekat dengan keluarga dan memilih pertemanan.

“Maksudnya lebih berhati-hati dalam berteman. Enggak mau sembarang kenal sama orang juga yang enggak penting-penting banget. Enggak mau terlalu percaya,” kata Millen dikutip dari kanal YouTube The Hermansyah A6, Sabtu (23/1/2021).

“Lebih baik aku sama keluarga dibanding sama temen. Pokoknya sekarang fokus kerja aja dengan orang-orang yang jelas, enggak mau memperbanyak circle lah. Dan banyak ibadah di dalam, lima kali,” imbuhnya.

(dekk)

sumber: kompas.com