BKKBN Kepri lampaui target layanan KB HUT IBI dengan 149 persen

Batamclick.com,
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat capaian pelayanan keluarga berencana (KB) tercatat 149,36 persen dari target selama pelayanan serentak hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) 2026.

Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Victor Palimbong mengatakan target pelayanan KB di Kepri 4.587 akseptor, namun realisasi pelayanan mencapai 6.851 akseptor.

“Secara keseluruhan target pelayanan KB di Kepri sebanyak 4.587 akseptor dan yang terlayani mencapai 6.851 akseptor atau 149,36 persen dari target,” ujarnya dikonfirmasi di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan pelayanan KB dilakukan secara maraton selama 23 hari, mulai 29 April hingga 22 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pelayanan terutama untuk ibu pasca-persalinan.

“Capaian didominasi pelayanan KB pasca-persalinan (KBPP) sebanyak 5.313 akseptor, sedangkan pelayanan non-KBPP tercatat sebanyak 1.538 akseptor,” katanya.

Ia mengatakan layanan KB mencakup seluruh metode alat dan alat kontrasepsi, mulai dari suntik, pil, implan, Intrauterine Device (IUD), hingga metode operasi seperti tubektomi dan vasektomi.

“Pendekatan ini untuk menghindari 4T, yaitu terlalu banyak anak, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu muda melahirkan, dan terlalu tua melahirkan,” katanya.

Berdasarkan data BKKBN Kepri, jumlah akseptor terbanyak di Kota Batam 4.039 akseptor, disusul Karimun 874 akseptor, Tanjungpinang 732 akseptor, Bintan 552 akseptor, Lingga 337 akseptor, Natuna 171 akseptor, dan Kepulauan Anambas 146 akseptor.

Secara umum, metode kontrasepsi yang paling diminati masyarakat masih didominasi MKJP jenis implan, serta non-MKJP yakni suntik dan pil.

“Dalam pelaksanaan pelayanan KB tersebut, BKKBN Kepri bekerja sama dengan puskesmas, klinik pratama, rumah sakit umum, praktik mandiri bidan, hingga praktik dokter di seluruh wilayah Kepri,” kata dia.

Victor menyebut fasilitas pelayanan dengan jumlah akseptor terbanyak di wilayah Batam, yakni praktik mandiri bidan di Duriangkang yang melayani 122 akseptor serta Puskesmas Sei Lekop yang melayani 100 akseptor.

Dengan kegiatan tersebut, BKKBN Kepri berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi, khususnya bagi ibu pasca-persalinan.

Sumber, Antara