BATAMCLICK.COM: Indra Prameswara merancang kostum nasional bertajuk “Legenda Pulau Putri” untuk mengharumkan nama Kepulauan Riau dalam ajang bergengsi Puteri Indonesia 2026. Perancang busana muda berbakat asal Kota Batam ini menerima kepercayaan besar untuk menerjemahkan kekayaan budaya daerah menjadi sebuah mahakarya visual. Melalui sentuhan tangannya, Indra berusaha membawa identitas “Negeri Segantang Lada” ke level tertinggi di hadapan juri dan publik nasional di Jakarta.
Jejak Internasional Sang Perancang Muda
Perjalanan karier Indra bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil ketekunan sejak ia mendalami pelatihan Costume Carnival bersama tim Jember Fashion Carnival. Ia telah melanglang buana ke berbagai ajang prestisius, mulai dari Wonderful Archipelago Culture Indonesia (WACI) pada 2013 hingga parade Chingay di Singapura. Tak berhenti di situ, Indra juga sempat memeriahkan Festival Silang Budaya di Johor dan Penang, Malaysia. Prestasi puncaknya muncul saat ia meraih gelar The Best National Costume pada ajang Miss Teen Universe di India serta merancang kostum untuk Mrs. Universe Indonesia di Manila pada 2025 silam.
Mahakarya Songket dan Busa Hati
Dalam proyek terbaru ini, Indra menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk merampungkan busana “Legenda Pulau Putri” yang sangat mendetail. Ia memilih kain Songket Melayu sebagai bahan utama, lalu memadukannya dengan busa hati dan beragam pernak-pernik dekoratif untuk menciptakan efek megah. Selain sibuk di dunia desain, pemuda yang juga aktif dalam organisasi Solidaritas Pembawa Acara (SWARA) Kota Batam ini mengaku sangat bangga bisa mewakili tanah kelahirannya. Ia mencurahkan seluruh kreativitasnya agar busana tersebut mampu bercerita tentang keindahan tersembunyi di Kepulauan Riau.
Misi Besar Zefanya Yosinta
Di sisi lain, Zefanya Yosinta atau yang akrab orang panggil Anya, siap mengenakan kostum tersebut dengan penuh percaya diri. Sebagai Duta Wisata Cik Puan Kota Batam 2024, Anya merasa terharu sekaligus memikul tanggung jawab besar untuk mempromosikan keelokan pariwisata daerah. Ia bertekad tampil maksimal dan berjuang keras menjadi yang terbaik di antara 45 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Kehadiran Anya menjadi bukti bahwa talenta muda dari Kepri mampu bersaing secara kompetitif di panggung kecantikan nasional.
Kebanggaan dari Pintu Gerbang Pariwisata
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian ini. Beliau merasa bangga karena perwakilan Kepri di ajang Puteri Indonesia kembali lahir dari rahim kompetisi Duta Wisata Cik Puan Kota Batam selama dua tahun berturut-turut. Ardiwinata berharap tren positif ini terus terjaga sehingga semakin banyak putra-putri daerah yang mampu membawa nama Batam dan Kepri ke kancah nasional maupun internasional. Kini, seluruh mata tertuju pada malam puncak yang akan berlangsung di Plenary Hall JCC, Jakarta, pada 24 April 2026 mendatang.***








