Sampai Tamat Sekolah, Seragam SMK N 1 Tanjungpinang Tak Dikasih, Pembayaran Sudah Lunas

BATAMCLICK.COM: Sejumlah mantan wali murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau kecewa dengan pihak sekolah, terkhusus Kepala Sekolah, pasalnya sampai anaknya tamat sekolah, seragam tak kunjung diberikan.

Kepada Batamclick.com, Sabtu 16 September 2023 lalu mereka berkeluh kesah setelah keluhan mereka tak pernah ditanggapi oleh pihak sekolah.

Menurut mereka, saat ini putra-putri mereka sudah tamat dari SMK Negeri 1 Tanjungpinang.

“Tamat tahun ini 2023,” ungkap salah seorang mantan wali murid.

Saat masuk ke SMK Negeri 1 Tanjungpinang tiga tahun lalu atau tahun 2020, pihak sekolah mewajibkan untuk membeli seragam sekolah di sekolah.

“Ada 7 stel seragam yang harus dibeli dari sekolah, seragam putih abu-abu, seragam pramuka, seragam olahraga, seragam praktik, seragam almamater, seragam baju kurung dan seragam batik,” ungkap wali murid ini.

Untuk membeli seragam itu, para wali murid diminta membayar sebesar Rp1.285.000, – (satu juta dua ratus delapannya puluh lima ribu rupiah) sampai dengan Rp2.000.000, – (dua juta rupiah).
“Kalau baju putih Abu-Abu tak apa beli sendiri, kalau baju yg lain wajib beli dari sekolah. Jadi kalau lengkap ikut baju putih Abu-Abu dan dasi, topi, kain songket, kacu, ring kacu, dasi, papan nama siswa, habis lah dua juta lebih,” ungkapnya.

Wali murid ini kesal, karena sampai anaknya tamat, baju seragam yang sudah dibayarnya lunas tak datang.

Yang parahnya, ada wali mengaku kena dua kali. Pasalnya dua orang anaknya sekolah di sana.

“Anak saya dua orang sekolah di sana, yang besar baru tamat, adiknya sekarang kelas 12, bajunya pun belum dapat juga, padahal sudah bayar lunas,” kesal wali murid ini.

Dijelaskannya, pembayaran seragam itu ditransfer ke nomor rekening Bank BNI atas nama Farida atau Bank Mini SMK Negeri 1 Tanjungpinang.

“Kami tak masalah bayar, kan anak kami memang butuh seragam, tapi kenapa sampai anak tamat sekolah seragamnya tak dikasih, uangnya pun tak dikembalikan,” kesalnya.

Informasi yang diperoleh Batamclick, ada ratusan siswa yang seragam sekolahnya tak diberikan, mulai yang saat ini duduk di bangku kelas 11, kelas 12, maupun yang sudah tamat sekolah.

Kalau rata-rata orang tua siswa membayar Rp2.000.000, – maka ratusan juta rupiah yang sudah disetorkan ke rekening Bank Mini SMK Negeri 1 Tanjungpinang itu. Lalu kemana uangnya?

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Delisbeth M.Pd saat dikonfirmasi Batamclick tak memberikan respon.

Sejak Sabtu (16/9/2023) dihubungin tak mengangkat telepon, hingga Senin (18/9/2023) pesan WA konfirmasi Batamclick juga tidak dibalas.(bos)