Gubernur Ansar Dorong Infrastruktur hingga Perlindungan Sosial

Pembangunan Anambas 2026 menjadi prioritas Pemprov Kepri. Gubernur Ansar fokus pada infrastruktur, listrik, UMKM, hingga perlindungan sosial nelayan dan petani.
Pembangunan Anambas 2026 menjadi prioritas Pemprov Kepri. Gubernur Ansar fokus pada infrastruktur, listrik, UMKM, hingga perlindungan sosial nelayan dan petani.

BAATMCLICK.COM: Pembangunan Anambas 2026 menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa wilayah kepulauan terluar seperti Kabupaten Kepulauan Anambas membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan komitmen tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Anambas. Pemerintah, kata Ansar, terus mendorong percepatan pembangunan agar masyarakat di wilayah terluar merasakan manfaat yang nyata.

Infrastruktur Jadi Tulang Punggung

Dalam rencana pembangunan tahun 2026, pemerintah memfokuskan sejumlah proyek infrastruktur strategis. Salah satunya adalah pembangunan dermaga apung (HDPE) di Kecamatan Palmatak dengan anggaran Rp3,57 miliar.

Selain itu, pemerintah juga mengerjakan berbagai proyek lain yang saling terhubung. Di antaranya pembangunan paving blok di Balai Desa Bukit Padi, peningkatan Jalan Letung–Pelabuhan Letung, hingga pembangunan jalan Batu Ampar–Batu Nyodong dan Kampung Melayu–Tiangau.

Seluruh proyek ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang selama ini terkendala akses.

Perlindungan Sosial untuk Nelayan dan Petani

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial. Pemprov Kepri terus menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi puluhan ribu nelayan dan petani.

Program ini sudah berjalan selama empat tahun untuk nelayan dan dua tahun untuk petani. Secara keseluruhan, sebanyak 31.304 nelayan dan 9.200 petani di Kepri telah menerima manfaat, termasuk masyarakat Anambas.

Melalui program ini, peserta mendapatkan jaminan perlindungan, santunan, hingga beasiswa pendidikan bagi anak-anak mereka sampai ke jenjang perguruan tinggi.

UMKM Didorong Lewat Modal Tanpa Bunga

Pemerintah juga menggerakkan sektor ekonomi melalui pemberdayaan UMKM. Puluhan pelaku usaha di Anambas telah menerima bantuan pembiayaan tanpa bunga atau nol persen.

Ansar menegaskan bahwa meskipun APBD mengalami penyesuaian setiap tahun, pemerintah tetap berupaya mengelola anggaran secara efisien agar program bantuan sosial tetap berjalan.

Bantuan Miliaran Rupiah dan Penguatan Keagamaan

Pada tahun 2025, Pemprov Kepri telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp19,64 miliar untuk Anambas. Bantuan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari hibah untuk 15 rumah ibadah hingga insentif keagamaan bagi guru nonformal, penyuluh agama, serta mubaligh.

Selain itu, pemerintah juga menempatkan delapan mubaligh hinterland di wilayah kepulauan. Langkah ini bertujuan memperkuat nilai keimanan sekaligus membangun optimisme masyarakat di daerah terpencil.

Listrik Masuk Kampung, Ribuan Rumah Terbantu

Di sektor energi, pemerintah terus memperluas jaringan listrik ke wilayah yang belum terjangkau. Program ini menjangkau dusun-dusun seperti Elang, Penebung, dan Nuan.

Hingga saat ini, sebanyak 1.777 rumah tangga di Anambas telah menerima bantuan pemasangan jaringan listrik. Program ini menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan.

Wujudkan Kepri Maju, Makmur, dan Merata

Ansar menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dan bantuan di Anambas merupakan bagian dari visi besar pembangunan daerah.

“Berbagai pembangunan serta bantuan yang dilaksanakan di Anambas sejalan dengan visi Kepri Maju, Makmur dan Merata,” ujarnya.

Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta penguatan ekonomi, pemerintah berharap Anambas dapat tumbuh lebih cepat dan sejajar dengan wilayah lain di Kepulauan Riau.