Transaksi QRIS Lintas Negara, Sentuhan Jari dari Batam yang Mengubah Dunia

Transaksi Qris Lintas Negara
Transaksi Qris Lintas Negara

Di tengah geliat ekonomi perbatasan, hadir cara baru yang menyederhanakan transaksi dan menghubungkan lebih dari sekadar nilai tukar.

Batam dan Mobilitas yang Tak Pernah Diam

Transaksi QRIS lintas negara kini menjadi bagian penting dari denyut hidup masyarakat Kepulauan Riau, terutama Batam. Kota perbatasan ini hidup dari pergerakan: kapal cepat menyeberang ke Singapura atau Johor Bahru, orang keluar-masuk membawa barang, jasa, dan juga cerita. Tapi di balik riuh itu, kini ada satu perubahan yang nyaris tak terdengar, namun dampaknya sangat terasa: hadirnya QRIS lintas negara.

QRIS Lintas Negara Mengubah Cara Hidup

Manda, 26 tahun, adalah satu dari ribuan warga Batam yang menikmati manfaat langsung dari QRIS lintas negara. Sebagai karyawan swasta yang hobi menjelajah, ia rutin pergi ke Malaysia atau Singapura, entah untuk berbelanja, melepas penat, atau sekadar menikmati kopi di tepi marina.

“Dulu setiap mau nyebrang ke Johor Bahru, saya pasti sibuk ke money changer. Antre, ngitung kurs, belum lagi takut bawa cash terlalu banyak,” katanya saat ditemui di sebuah kedai kopi di Batam Centre.

Kini, semua berubah sejak ia menggunakan fitur QRIS lintas negara melalui mobile banking milik Bank Mandiri.

Coba Sekali, Langsung Jatuh Hati

Manda pertama kali mencoba QRIS lintas negara saat berbelanja kebutuhan kosmetik di supermarket Johor Bahru. Ia membuka aplikasi Livin’ by Mandiri, lalu memindai QR yang tersedia di kasir.

“Langsung sukses! Saldo saya terpotong dalam Rupiah, dan mereka menerima dalam Ringgit. Nggak ada ribet, nggak ada selisih yang besar. Ini kaya belanja di mall lokal,” ungkapnya antusias.

Mudah, Aman, dan Hemat Waktu

Manda saat lgi transaksi di store sandal Jelly Bunny

Selain kenyamanan, Manda merasakan efisiensi waktu yang luar biasa. Ia tak perlu lagi mencari ATM, menukar uang, atau menghitung selisih kurs. Semua transaksi tercatat rapi dalam aplikasi Mandiri.

“Saya hemat waktu sampai 45 menit per perjalanan. Bisa langsung lanjut jalan-jalan atau nongkrong. Bahkan teman saya juga bisa transfer ke QRIS saya kalau nitip belanja. Tinggal scan saja,” jelasnya.

Dari Belanja ke Pulsa, Semua Bisa

QRIS lintas negara bukan cuma berlaku untuk belanja besar. Manda pernah menggunakannya untuk beli minuman di kafe kecil dan bahkan pulsa di convenience store di Johor.

“Yang penting mereka terima QR code standar. Tinggal scan dan selesai. Rasanya kayak kita jadi warga digital dunia, gitu,” katanya sambil tertawa kecil.

Keamanan Jadi Nilai Tambah

Sebagai wanita yang sering bepergian sendiri, keamanan juga jadi pertimbangan Manda. Ia merasa jauh lebih tenang tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“Kalau hilang, dompet bisa jadi masalah besar. Tapi dengan QRIS, semua aman dalam HP. Bahkan kalau HP hilang, akun bisa diakses ulang dengan fitur keamanan aplikasi,” jelasnya.

Menggerakkan Ekonomi Mikro dan UMKM

Manda saat sedang melakukan transaksi
di Nippon Sushi restaurant Malaysia

Manda juga merasakan betapa besar potensi QRIS lintas negara dalam mendukung UMKM. Ia menyebut contoh saat temannya dari Malaysia ingin bayar makanan di warung Batam menggunakan QR code, dan langsung berhasil.

“Bayangin, warung bakso atau penjual souvenir di pinggir jalan bisa terima pembayaran dari turis luar negeri. Itu kan hebat banget. Ini bukan cuma soal teknologi, tapi soal kepercayaan,” ungkapnya.

Data yang Tak Pernah Bohong

Bank Indonesia mencatat, dari Januari hingga April 2025, transaksi dari Malaysia ke Indonesia mencapai lebih dari 21.000 kali dengan nilai hampir Rp7 miliar. Wisatawan dari Singapura menyusul dengan 4.883 transaksi senilai Rp1,69 miliar. Dari Thailand, jumlahnya masih kecil tapi pertumbuhannya luar biasa: naik 761 persen.

Dukungan Bank Mandiri dan BI Kepri

Bank Mandiri menjadi salah satu pionir yang menyediakan layanan QRIS lintas negara sejak awal. Didukung infrastruktur digital yang kuat, layanan ini menjadi favorit warga Batam dan sekitarnya.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Adidoyo Prakoso, juga melihat potensi besar dari sistem ini. “QRIS sekarang bukan cuma alat bayar, tapi jadi bagian dari pengalaman wisata yang nyaman dan cepat,” ujarnya saat acara Bincang Bareng Media di Batam, 4 Juni 2025 lalu.

Dari Batam ke Dunia: Ekspansi Tak Terbendung

BI Kepri kini mendorong perluasan kerja sama dengan negara lain seperti Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. “Kita ingin wisatawan Indonesia juga bisa menikmati kemudahan yang sama saat ke luar negeri,” kata Adidoyo.

Ia menegaskan bahwa QRIS Indonesia cukup tangguh bersaing dengan sistem lain yang sedang berkembang di negara maju.

Sosialisasi yang Masif, Sampai ke Bioskop

Tim BI Kepri juga aktif menyosialisasikan penggunaan QRIS lintas negara di pelabuhan, bandara, bahkan bioskop. Harapannya, begitu wisatawan internasional tiba di Batam, mereka langsung tahu bahwa transaksi bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan jari.

“Kami ingin semua orang, dari turis sampai pedagang pasar, tahu bahwa teknologi ini milik mereka. Ini bukan hanya soal kemudahan, tapi juga soal memperkuat ekonomi lokal,” tegas Adidoyo.

Batam, QRIS, dan Masa Depan Tanpa Batas

Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, Batam bukan hanya titik transit. Kota ini menjelma jadi pionir perubahan, menjembatani dunia fisik dan dunia digital. QRIS lintas negara bukan sekadar teknologi, tapi jembatan menuju masa depan di mana transaksi tidak dibatasi oleh batas negara, melainkan diperkuat oleh kepercayaan.