Catat ini Tempat Pelatihan Welder GRATIS… Selesai Langsung Ditempatkan Kerja


BATAMCLICK.COM: Pertumbuhan industri maritim yang pesat di Batam, menyebabkan kota ini kekurangan ribuan tenaga kerja, terutama di bidang pengelasan (welder).

Industri maritim, khususnya galangan kapal, mengalami pertumbuhan hingga mencapai 760 persen dan menerima banyak pesanan pembuatan kapal, termasuk infrastruktur penambangan minyak dan gas alam (offshore).

Untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja tersebut, Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menggelar pelatihan pengelasan secara gratis.

Pelatihan ini akan dilakukan di lembaga profesional dan mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ketua ALMI, Osman Hasyim mengatakan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri di Batam saat ini, khususnya galangan kapal dan offshore.

Ketersediaan tenaga kerja tidak seimbang dengan permintaan yang meningkat tajam saat ini, yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah, termasuk BP Batam dalam kemudahan berinvestasi saat ini.

ALMI mendorong pelatihan kerja gratis untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja, program ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Medan dan Padang, Kemenaker, serta Disnaker Kota Batam.

“Kalau kita berusaha pasti ada jalan keluarnya,” ujar Osman Hasyim didampingi sejumlah pengurus inti ALMI, dan sesepuh Dunia Maritim, Daniel, saat bincang-bincang santai bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di Batamcenter, Jumat (24/2/2023) siang.

Osman menjelaskan bahwa akumulasi tenaga welder industri maritim galangan kapal dan pabrikasi minyak & gas yang dibutuhkan pada tahun ini mencapai sekitar 20 ribu orang, untuk memenuhi kebutuhan lokal dan luar negeri.

Dikatakannya, untuk Batam saja, saat ini dibutuhkan ribuan orang untuk memenuhi kebutuhan industri, dan sekitar 8.000 tenaga kerja dibutuhkan di sekitar 10 galangan kapal yang didata oleh ALMI.

Osman menambahkan bahwa mendorong pertumbuhan industri maritim di Batam tidaklah mudah, karena banyak tantangan dan perjuangan yang harus dilakukan, terutama mengingat ada sejumlah aturan yang dirasa membebani pelaku usaha.

Untuk itu, ALMI terus mendorong pemerintah untuk memperhatikan kondisi Batam. “Karena sekitar dua tahun lalu industri shipyard mengalami penurunan yang drastis dan terpuruk. ALMI meminta pemerintah untuk merevisi beberapa aturan yang tidak berpihak pada industri galangan kapal di Batam,” ungkapnya.

Osman menyatakan bahwa ALMI berjuang untuk memperjuangkan kepentingan industri galangan kapal di Batam tidak hanya di daerah, tetapi juga hingga ke pusat.

“Jadi, setelah perjuangan yang panjang, industri galangan kapal di Batam akhirnya berhasil bergairah kembali setelah pemerintah merevisi aturan yang membebani pelaku usaha,” jelasnya.

Dengan melonjaknya pertumbuhan PDB per kapita sebesar 760 persen, perusahaan shipyard di Batam menerima banyak pesanan pembuatan kapal. Namun, kebutuhan tenaga kerja masih menjadi masalah.

Untuk mengatasi hal ini, ALMI bekerja sama dengan Disnaker Kota Batam dan Kementerian Tenaga Kerja mengadakan pelatihan dan sertifikasi BNSP bagi calon tenaga kerja secara gratis.

Mereka juga menggandeng LPK dan instruktur yang khusus memberikan pelatihan agar calon tenaga kerja terampil dan siap pakai.

“Terbuka untuk Warga Batam secara umum,” jelas Osman.

Calon peserta bisa mendaftar ke LPK Geweld yang berada di Lytech Industrial Park, Blok C3, Nomor 5-6, Belian, Batamkota.

“Ingat pendaftaran dan pelatihan gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.

Mereka yang telah menyelesaikan pelatihan nantinya akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan shipyard dan galangan yang membutuhkan.

“Ada juga yang akan dikirim ke Korea, sesuai dengan keahlian dan kecakapan calon,” tutup Osman.

Jadi tunggu apa lagi, buruan daftar pelatihannya, ingat GRATIS!!! (bos)