
BATAMCLICK.COM: Polisi akan tindak tegas knalpot racing saat pawai takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Langkah ini diambil untuk memastikan suasana malam kemenangan umat Islam tetap khusyuk, tertib, dan penuh makna.
Di tengah gegap gempita tradisi pawai takbiran yang selalu dinantikan masyarakat Dabo Singkep, aparat kepolisian ingin menjaga keseimbangan antara kemeriahan dan ketenangan ibadah. Karena itu, suara bising dari knalpot racing tidak akan diberi ruang.
Tradisi Meriah yang Sarat Makna
Pawai takbiran sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat Dabo Singkep setiap malam Idulfitri. Warga biasanya berbondong-bondong turun ke jalan, kemudian mereka menghias kendaraan dengan berbagai ornamen islami yang kreatif dan penuh warna.
Selain itu, mereka juga mengumandangkan takbir sepanjang perjalanan, sehingga suasana malam Idulfitri terasa hidup, hangat, dan penuh kebersamaan.
Namun demikian, kemeriahan ini tetap membutuhkan aturan agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah yang menjadi inti perayaan.
Knalpot Racing Dilarang, Polisi Bertindak Tegas
Kepala Kepolisian Resor Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir penggunaan knalpot racing selama pawai berlangsung.
Ia menjelaskan, suara bising dari knalpot racing berpotensi merusak suasana takbir yang seharusnya sakral dan menenangkan.
“Pawai takbiran adalah perayaan hari besar umat Islam. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan tertib. Jangan sampai suara knalpot racing mengganggu lantunan takbir dari masjid dan surau,” ujarnya.
Karena itu, polisi akan langsung mengambil tindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Antisipasi Kemacetan
Selain menertibkan knalpot racing, kepolisian juga menyiapkan langkah strategis untuk mengurai potensi kemacetan. Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan.
Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar, sehingga peserta pawai maupun masyarakat umum tetap dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan saat pawai takbiran,” kata Kapolres.
Puluhan Personel Disiagakan
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, Polres Lingga menurunkan 87 personel. Mereka akan disebar di tiga pos pelayanan (posyan) dan satu pos pengamanan (pospam).
Selain itu, petugas juga akan berjaga di rumah-rumah ibadah saat pelaksanaan salat Idulfitri. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan tenang.
Harapan untuk Idulfitri yang Aman dan Khusyuk
Melalui berbagai langkah pengamanan tersebut, kepolisian mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban. Partisipasi aktif warga dinilai sangat penting agar suasana Idulfitri tetap kondusif.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan sehingga pawai takbiran maupun salat Idulfitri dapat berlangsung aman dan khusyuk,” tutupnya.
Pada akhirnya, pawai takbiran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen kebersamaan yang sarat nilai spiritual. Oleh karena itu, menjaga ketenangan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama.







