BATAMCLICK.COM: PT PLN Batam masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait ekspor daya listrik tenaga surya ke Singapura.
Corporate Secretary Bright PLN Batam, Hamidi Hamid mengatakan, pembangunan PLTS sudah masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional. Sehingga persiapan perlu dilakukan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya tampung sekitar 1 GWp.
“PLN Batam koordinasi turunannya langsung dari pusat, jadi sekarang itu kita tinggal menunggu arahan dari pusat terkait PLTS yang akan diekspor,” kata dia, Senin (6/6/2022).
Meski masih menunggu arahan pusat soal ekspor listrik, pengembangan PLTS skala kecil di Batam masih terus berjalan.
Salah satunya di Tanjung Uma dan Sekupang dengan tujuan agar suplai listrik untuk masyarakat tercukupi secara bertahap.
“Kalau untuk internal di Batam kita sudah bangun PLTS-nya 1 MW. Kemudian untuk area yang kosong sudah kita bangun. Di area kantor kita juga sama. Kita pun masih nunggu kalau untuk ekpor dari PLN pusat,” ujar Hamidi.
Meski rencana ekspor listrik itu sempat batal, ia menyambut baik pembangunan PLTS di Batam oleh pemerintah sehingga masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional.
“Kita dukung saja proyek strategis ini. Semoga semua berjalan baik. Imbasnya tentu juga untuk masyarakat Batam,” pungkasnya.(ayu)
Terkait Rencana Ekspor Listrik ke Singapura, PLN Batam Tunggu Instruksi Pusat
BATAMCLICK.COM: PT PLN Batam masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait ekspor daya listrik tenaga surya ke Singapura.
Corporate Secretary Bright PLN Batam, Hamidi Hamid mengatakan, pembangunan PLTS sudah masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional. Sehingga persiapan perlu dilakukan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya tampung sekitar 1 GWp.
“PLN Batam koordinasi turunannya langsung dari pusat, jadi sekarang itu kita tinggal menunggu arahan dari pusat terkait PLTS yang akan diekspor,” kata dia, Senin (6/6/2022).
Meski masih menunggu arahan pusat soal ekspor listrik, pengembangan PLTS skala kecil di Batam masih terus berjalan.
Salah satunya di Tanjung Uma dan Sekupang dengan tujuan agar suplai listrik untuk masyarakat tercukupi secara bertahap.
“Kalau untuk internal di Batam kita sudah bangun PLTS-nya 1 MW. Kemudian untuk area yang kosong sudah kita bangun. Di area kantor kita juga sama. Kita pun masih nunggu kalau untuk ekpor dari PLN pusat,” ujar Hamidi.
Meski rencana ekspor listrik itu sempat batal, ia menyambut baik pembangunan PLTS di Batam oleh pemerintah sehingga masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional.
“Kita dukung saja proyek strategis ini. Semoga semua berjalan baik. Imbasnya tentu juga untuk masyarakat Batam,” pungkasnya.(ayu)








