Bukan Kaleng-Kaleng! Data Center AI Rp88 Triliun Siap Dongkrak Batam ke Panggung Dunia

PLN Batam dan EGS menandatangani kerja sama pasokan listrik untuk AI Data Center senilai Rp88 triliun di Nongsa. Proyek ini diproyeksikan memperkuat Batam sebagai pusat ekonomi digital regional.
PLN Batam dan EGS menandatangani kerja sama pasokan listrik untuk AI Data Center senilai Rp88 triliun di Nongsa. Proyek ini diproyeksikan memperkuat Batam sebagai pusat ekonomi digital regional.

BATAMCLICK.COM: PLN Batam dan EGS resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk mendukung pembangunan EGS AI Data Center di Nongsa, Batam. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital dan koridor infrastruktur digital regional bersama Singapura serta Johor.

Penandatanganan berlangsung di Aula Tanjung Kasam, Lantai 5 Kantor Korporat PLN Batam, Senin (25/5). Melalui perjanjian tersebut, PLN Batam akan memasok kebutuhan listrik secara bertahap guna mendukung operasional pusat data berbasis kecerdasan buatan berskala besar.

Data Center AI Rp88 Triliun Dibangun di Nongsa

Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengatakan perusahaan akan membangun EGS AI Data Center dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar atau sekitar Rp88 triliun.

Fasilitas itu akan berdiri di atas lahan seluas 30 hektar di Nongsa. Pusat data tersebut dirancang untuk mendukung pemrosesan AI, machine learning, dan cloud computing modern di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Efendi, keandalan energi menjadi faktor utama agar operasional data center berjalan optimal.

“Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur data center yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai investasi besar tersebut dapat memperkuat posisi Batam sebagai pusat infrastruktur digital regional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi berbasis teknologi tinggi.

BP Batam: Infrastruktur Energi Jadi Kunci Tarik Investasi

Pelaksana Harian Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyebut proyek ini bukan sekadar pembangunan pusat data, tetapi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital Batam.

Menurutnya, kesiapan energi menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi industri digital dan teknologi.

“BP Batam menyambut baik komitmen investasi mega proyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan data center, tetapi juga bagian dari pembangunan ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing,” kata Li Claudia.

Ia berharap pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan dapat memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi sektor teknologi.

Selain itu, proyek tersebut diperkirakan menciptakan efek ekonomi berantai melalui pembukaan lapangan kerja baru serta peningkatan kualitas talenta lokal di bidang teknologi tinggi.

PLN Batam Pastikan Pasokan Listrik Andal

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan kerja sama ini memiliki arti strategis bagi transformasi Batam menuju pusat ekonomi digital.

Menurutnya, penyediaan listrik untuk data center bukan hanya soal energi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri teknologi masa depan.

“Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi juga bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama membangun ekosistem digital yang kuat di Batam,” ujarnya.

Ia memastikan PLN Batam akan menyediakan energi yang andal, terukur, dan berkelanjutan agar kebutuhan operasional data center dapat terpenuhi secara optimal.

Batam Perkuat Posisi Sebagai Hub Digital Asia Tenggara

Masuknya investasi AI Data Center bernilai puluhan triliun rupiah memperlihatkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. Dukungan infrastruktur energi, lokasi strategis, serta kedekatan dengan Singapura menjadi modal besar untuk menjadikan Batam sebagai hub ekonomi digital baru di kawasan.

Kolaborasi antara PLN Batam, BP Batam, dan PT Equator Gate System Batam diharapkan mempercepat transformasi Batam menuju pusat data, kecerdasan buatan, dan industri digital berkelas internasional.***