Kemenpar rancang pola perjalanan khusus wisata belanja

Batamclick.com,
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merancang pola perjalanan khusus wisata belanja di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus meningkatkan pengeluaran wisatawan selama berada di Indonesia.

“Wisata belanja ini sangat baik untuk meningkatkan pergerakan wisatawan. Harapannya spending wisatawan dapat meningkat sehingga berdampak pada perekonomian nasional,” kata Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa di Jakarta, Senin.

Dalam acara peringatan 10 tahun Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta pembukaan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday & Back to School 2026, Ni Luh mengatakan bahwa wisata belanja memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu atraksi unggulan di berbagai destinasi.

Karena itu, pemerintah bersama pelaku industri ritel menyusun pola perjalanan yang dapat memudahkan wisatawan menemukan pusat-pusat belanja dan produk unggulan khas setiap daerah.

Menurut dia, sektor ritel memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional.

Ia menyebut, kolaborasi antara Kemenpar dan HIPPINDO telah berlangsung cukup lama melalui berbagai program yang digelar pada momentum liburan, seperti Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri, hingga libur sekolah.

“Kita akan terus perkuat kolaborasi. Setiap tahun itu ada Nataru, ada Lebaran, ada liburan sekolah, HIPPINDO selalu punya program-program untuk meningkatkan belanja dari wisatawan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ni Luh menyampaikan, setiap kota memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dapat menawarkan pengalaman wisata belanja yang unik.

Jakarta, Medan, Batam, Bali, hingga Bandung dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata belanja yang terintegrasi dengan destinasi wisata lainnya.

Ni Luh mencontohkan wisatawan asal Malaysia dan Singapura pada masa lalu kerap datang ke Bandung untuk berbelanja karena telah mengenal lokasi-lokasi yang menjadi tujuan utama mereka.

Karena itu, ia mengusulkan agar Indonesia memiliki pola perjalanan wisata belanja yang jelas sehingga wisatawan dapat mengetahui tempat-tempat yang menawarkan produk unggulan ketika berkunjung ke suatu daerah.

Pendekatan tersebut, kata dia, akan membuat Indonesia tidak hanya menjual destinasi wisata, tetapi juga menjual atraksi yang mampu memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan.

“Kalau datang ke Jakarta, wisata belanjanya ke mana. Kalau datang ke Medan, wisata belanjanya ke mana. Kalau datang ke Batam atau Bali, wisata belanjanya ke mana,” katanya.

Selain itu, berbagai program diskon yang diselenggarakan pusat perbelanjaan juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ni Luh mengatakan promosi terhadap produk dan merek lokal juga perlu diperkuat agar menjadi alasan bagi wisatawan asing untuk datang ke Indonesia.

Dengan semakin banyak produk unggulan yang dikenal pasar internasional, wisata belanja diharapkan mampu meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Kami berharap ini juga dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian target perjalanan wisata nusantara,” pungkas Wamenpar.

Sumber, Antara