Batamclick.com,
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia memiliki sumber daya alam dan komoditas yang melimpah sehingga pasar domestik nasional berpotensi sebesar pasar Eropa.
“Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa dan sungguh sumber daya alam kita melimpah. Kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga kita, minyak kelapa sawit kita, logam tanah jarang, kekayaan laut yang melimpah,” ucap Presiden.
Hal itu dikatakan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu.
Prabowo menuturkan Indonesia merupakan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan devisa ekspor mencapai 23 miliar dolar AS atau setara Rp391 triliun pada 2025.
Selain itu, Indonesia juga menjadi pengekspor batu bara terbesar di dunia dengan devisa ekspor mencapai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp510 triliun pada 2025.
Prabowo juga mengatakan Indonesia kini menjadi pengekspor paduan besi atau ferro alloys terbesar di dunia dengan devisa ekspor mencapai 16 miliar dolar AS atau setara Rp272 triliun pada 2025.
“Tiga komoditas strategis ini menghasilkan devisa lebih dari 65 miliar dolar Amerika, setara dengan 1.100 triliun rupiah per tahun,” kata Presiden.
Di sisi lain, Kepala Negara juga menyoroti rasio belanja negara terhadap produk domestik bruto (PDB) yang disebut paling rendah di antara negara-negara anggota G20.
Presiden juga menyinggung rasio penerimaan negara terhadap PDB yang berada di kisaran 11 hingga 12 persen, lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain seperti Meksiko, India, Filipina, hingga Kamboja berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF).
Menurut Prabowo, kondisi tersebut perlu menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki pengelolaan ekonomi nasional agar pendapatan negara dapat setara dengan negara-negara lain di kawasan maupun negara berkembang lainnya.
“Kita harus introspeksi dan sadar dan berani bertanya, kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara-negara seperti Filipina, Meksiko. Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia. Apa yang menyebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita sama orang Malaysia, orang Kamboja? Bedanya apa kita sama orang Filipina?” kata Prabowo.
Sumber, Antara








