Bus sekolah milik Pemerintah Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga belum dapat kembali beroperasi. Sedikitnya 4 unit bus tersebut saat ini hanya terparkir di kantor kecamatan meski kondisinya masih baik dan siap digunakan.
Camat Singkep, Agustiar, mengatakan bus sekolah tidak dijalankan karena keterbatasan sopir serta minimnya anggaran operasional, terutama untuk bahan bakar.
“Anggaran bahan bakar yang tersedia sangat terbatas. Saat ini hanya cukup untuk memanaskan mesin secara berkala agar kendaraan tetap terawat,” ujar Agustiar, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pihak kecamatan tetap melakukan perawatan dasar dengan memanaskan mesin bus setiap dua hari sekali untuk mencegah kerusakan pada kendaraan.
“Mesin bus dipanaskan dua hari sekali agar tidak rusak dan tetap siap digunakan jika nanti sopir dan anggaran sudah tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya bus sekolah tersebut dikemudikan oleh tenaga harian lepas. Namun sebagian sopir kini telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga tidak lagi bertugas di Kecamatan Singkep.
“Hingga saat ini kami belum memiliki pengganti yang dapat mengemudikan bus tersebut. Karena itu seluruh bus sementara tidak dijalankan,” katanya.
Agustiar juga mengungkapkan jika hanya satu bus yang dioperasikan, dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat. Oleh karena itu diputuskan seluruh bus tidak beroperasi untuk sementara waktu.
Meski demikian, pemerintah kecamatan membuka peluang bagi pihak komite sekolah atau pemerintah desa yang ingin mengelola operasional bus sekolah tersebut, selama memiliki kesiapan dari segi pengelolaan dan biaya operasional.
“Kami membuka peluang jika desa atau komite sekolah ingin mengelola bus tersebut, tentu dengan kesiapan operasional dari pihak terkait,” tuturnya.
Ia menambahkan kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh defisit anggaran daerah yang membuat sejumlah program harus disesuaikan agar pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan tetap berjalan.
Pemerintah Kecamatan Singkep berharap kondisi keuangan daerah ke depan membaik sehingga layanan transportasi bagi pelajar dapat kembali dioperasikan.









