RASAKANLAH RASA ITU (KOLOM BURALIMAR)

Pensil : Pensiun Usil

Sekelompok katak hidup di suatu kolam yang jauh di hutan rawa, jarang ada makhluk lain yang datang. Dalam kelompok katak tersebut, ada seekor katak yang merasa dialah yang paling kuat dan besar, sedangkan yang lain kurus-kurus dan lemah. Karena dia merasa besar dan kuat tentunya rasa sombongnya menjadi-jadi, bahkan memproklamirkan diri sebagai hewan paling besar. Suatu ketika, lewatlah seekor lembu di sisi kolam yang mereka tempati. Melihat itu, hampir semua katak lari, hanya tinggal si sombong saja yang bertahan. Dan dia merasa koq masih ada hewan yang lebih besar dari dia. Tapi si katak sombong itu, tak mau mengakui dan mendekati lembu, bahwa dia lebih besar. Dengan kemampuannya membesarkan badan dan perut dia berusaha terus menyamai tubuh si lembu, tapi karena memaksa akhirnya tubuhnya meledak dan mati seketika.

Ada beberapa versi dongeng tentang si katak sombong tersebut, paling tidak intinya seperti cerita di ataslah. Seekor katak yang tak menyadari siapa dirinya dan “merasa” dialah yang paling besar, dan memaksa membesarkan diri, akhirnya hancur berkecai. Mungkin dari sinilah timbul istilah “katak dibawah tempurung”, merasa dunianya hanya sebesar tempurung( think inside the box), begitu tempurung dibuka, ternyata dunia ini luas sekali (think outside the box). Hikmah cerita di atas mungkin bisa jadi satu kalimat yang umum saat ini “ pandailah merasa” , tambahannya “jangan merasa pandai”, merasa pintar sendiri, merasa besar sendiri, merasa hebat sendiri, dan merasa atau perasaan lainnya. Ada kawan saya dulu di kampung, karena sering membual, memborak, mengota, digelar dengan “katak gombong (kembung)”, mungkin dipersamaan dengan katak belentung/belentuk, sejenis kodok/katak kecil yang bersuara nyaring di saat hujan. Pas saat kemarau suaranya menghilang entah kemana.

BACA JUGA:   Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Tewasnya Petugas Imigrasi di Tangerang

Banyak lagu yang memakai kata “rasa atau “ merasa”. Ada lagu kelompok band Ungu berjudul “hampa hatiku”. Liriknya “ pernahkah kau merasa hatimu hampa, pernahkah kau merasa hatimu kosong”. Kalau ditelusuri liriknya bercerita tentang kekecewaaan karena terlalu memberikan cinta kepada seseorang akhirnya hampa, patah hati, hancur lebur. Makanya memberikan cinta sekedarnya , karena nanti cinta itu akan sirna. Mencintai seseorang berlebihan, bikin sakit hati, bahkan sakit jiwa, cintai sesuatu seseorang cukup di hati jangan di jiwa, akibatnya kalau kecewa hanya sakit hati tidak sampai sakit jiwa (maaf saya tulis kembali bahasa kawan saya yang rasanya benar). Rasa-rasanya begitulah.

Ada lagi lagu dari kelompok band Kerispatih, “bila rasa ini rasaku ini rasamu”. Juga bercerita tentang kekecewaaan, sebelumnya tidak dirasakan atau tidak merasa, begitu gagal baru merasa menghiba-hiba. Ada banyak lagu tentang rasa dan perasaan ini, ada lagu “rasa ini” dari Vierratale, lagu “ rasa cinta ini”, dari Ghea Indrawari. Ada lagu lama “ perasaan “,dari Christine Panjaitan, lagu “perasaan “ dari Koes Plus, dan banyak lagi judul yang mirip-mirip yang tentunya isinya tentang rasa dan perasaan. Rasanya lagu-lagu tersebut mengingatkan kita tentang perlunya merasa. Karena saat ini belum lagi apa-apa, banyak orang sudah merasa jadi Ketua, jadi pemimpin (merasa hebat), merasa sudah bagaimana begitu. Kadang kita mendengar dan membacanya jadi ketawa ketiwi, lucu dan jadi tontonan atau bacaan yang bikin perut mulas karena terlalu banyak ketawa atau karena mau muntah. Sebelum orang berkata nantinya “rasain elu”, baiknya kita merasa-merasa dari sekarang.

BACA JUGA:   Horor, Pantulan Wanita Ini di Cermin Berbeda dengan Ralita
Buralimar

Ambisi, cita-cita, dan asa, boleh-boleh saja tentunya terukur, dimana ukurannya salah satu rasa atau perasaan itu tadi. Tanpa merasa akan akan kemampuan diri, tanpa pertimbangan yang matang, tanpa proses yang sehat, dan tanpa izin Yang Diatas, semua perasaan dan rasa macam dah jadi, semua berantakan. Instrospeksi (muhasabah) akan diri diperlukan terhadap apa yang sudah dibuat, peninjauan diri atau koreksi terhadap sikap, kelemahan, kekeliruan, kesalahan selama ini. dalam hadits yang diriwayatkan Syadad bin Aus, Nabi bersabda “ orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisap (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan terhadap Allah SWT.

Kita tak mengupas hadits tersebut, paling tidak bisa diambil maknanya bahwa orang yang yang cerdas akan sukses, terlebih dahulu introspeksi, dan beramal dan berbuat terbaik terus, dan jangan mengikuti hawa nafsu belaka serta berangan-angan terlalu muluk. Jika sudah berbuat terbaik dan orang akan melihat keberhasilan kita bukan sebaliknya bahwa kita yang mengumumkan kepada khalayak bahwa kita yang berhasil. Terlalu banyak mengumbar tentang kebaikan, bukan saja mengurangi pahala tapi juga bikin orang muak dan sakit perut.

Dalam bernyanyi dan juga mungkin bisa diterapkan dalam keseharian, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, soul (penjiwaan), sentuhan (touch) dan feel (perasaan). Soul tidak bisa diajari karena tumbuh dari diri sendiri (qolbu), jika qolbu bersih lagu apa saja yang akan dinyanyikan akan mudah. Karakter orang emosional dari sononya, tidak bisa diubah tapi bisa dibimbing ke a rah lebih baik. Feel adalah rasa perasaan pada saat akan bernyanyi, kalau lagi galau jangan disuruh lagu nge-beat, bisa rusak itu lagu. Sedangkan touch, adalah sentuhan kepada perasaan, jika lagunya dirasakan cocok dengan jiwa seseorang dinyanyikan dengan penuh perasaan , membuat yang mendengarnya tersentuh dan akan menyukai lagu tersebut. Demikian juga dengan kehidupan jika bekerja dengan penjiwaan yang dalam, penuh perasaan, niscaya orang akan tersentuh akan hasilnya dan tidak perlu capek-capek publish sana sini, orang akan dengan senang hati menerima dan tentunya bahagia.

BACA JUGA:   Harris Hotel Batam Center Tampil Beda Di Perayaan Pergantian Tahun 2023

Berbuat terbaiklah dengan tidak membandingkan kebaikan-kebaikan kita dengan orang lain, dan tidak menjelekkan orang lain agar hanya kebaikan kita yang tampak, adalah sikap kesatria sikap qanaah,yakni rela, ikhlas dan merasa cukup atas hasil yang diusahakan serta menjauhi diri dari rasa tidak puas serta perasaan kurang. Tentunya yang membalasnya Yang Diatas, manusia hanya berusaha, Dialah yang membalasnya nanti dengan balasan yang lebih baik. Tukang sorak banyak di sekeliling kita, jangan terpesona dengan sorakan itu yang sifatnya sesaat, apalagi sorak-sorak berhadiah, siapa yang bersorak dikasi hadiah.

“ Jika anda merasa bahwa diri anda lah yang paling benar dan paling hebat dari semuanya. Maka anda dalam masalah besar”.

Salam penuh rasa dan perasaan.

Batam, 29 Desember 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *