Di-“prank” Bantuan Berisi Potongan Koran, Mbah Sariyo: Gusti Allah yang Balas

BATAMCLICK.COM,- Mbah Sariyo (86), seorang penjual piring bekas di Solo, Jawa Tengah tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Ia dikerjai oleh orang yang mengaku memberikan bungkusan bantuan, Senin (15/2/2021). Namun ternyata bungkusan itu berisi potongan kertas koran.

Mbah Sariyo yang kecewa hanya bisa pasrah dan berharap orang tersebut menyadari kesalahannya.

“Sebenarnya saya kecewa. Orang tua kok dibohongi. Tapi ya sudah, Gusti Allah yang balas. Semoga yang melakukan itu segera minta maaf,” tutur dia saat ditemui di rumahnya, RT 002, RW 010 Kampung Prenggolayan, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo.

Berjualan piring bekas keliling

Kejadian tersebut bermula ketika Mbah Sariyo menjual piring dan gelas bekas sembari berkelliling kampung.

BACA JUGA:   DPRD Kepri Sahkan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah menjadi Perda

Pekerjaan itu memang telah dilakoninya selama 30 tahun.

“Saya jualannya keliling kampung. Kalau tidak terjual saya bawa ke pasar. Harga satu gelas Rp 1.000, mangkuk Rp 5.000 dan sendok Rp 1.000,” tutur dia.

Didatangi orang yang beri bantuan, ternyata…

Ketika tengah istirahat usai keliling menjual piring dan gelas bekas pada Senin (15/2/2021), Mbah Sariyo tiba-tiba didatangi dua orang laki-laki dan perempuan.

Saat itu dirinya tengah berada di kawasan Jalan Veteran, di barat lampu merah Patung Tembak Solo, Jawa Tengah.

Kedua orang itu memberikan bungkusan plastik hitam pada Mbah Sariyo dan mengatakan bungkusan itu sebagai bantuan.

BACA JUGA:   Kerja Sama Pemanfaatan Data, BP Batam Gelar FGD Perencanaan dan Sinkronisasi Industri

“Mbah tak wenehi rejeki nggo belonjo, nggo kulakan (mbah saya kasih rejeki untuk belanja, kulakan). Ning nek kulo dereng tebih ampun dibuka (tapi kalau saya belum jauh jangan dibuka),” kata Sariyo menirukan kedua orang tak dikenal itu saat ditemui Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Betapa terkejutnya Mbah Sariyo ketika membuka bungkusan itu. Rupanya isinya ialah potongan kertas.

“Setelah mereka jauh saya buka plastik itu. Isinya itu potong-potongan kertas koran,” ucap Mbah Sariyo.

Tak lapor polisi, kini didampingi anak

Meski mengalami hal pahit dibohongi, Mbah Sariyo tak mau melapor ke polisi.

BACA JUGA:   Satgas TMMD Kerjakan Pemasangan keramik Teras RTLH milik Supawi

Ia hanya berharap Tuhan memberikan balasan dan menyadarkan orang yang menipunya.

Anak Mbah Sariyo, Suryani (51) kini meminta ibunya tak lagi berjualan setelah mengalami hal tersebut.

“Saya minta libur dulu. Kalau ibu ke mana-mana saya ikuti dan dampingi,” kata dia.

Ia tidak menyangka ada orang yang tega mengerjai orangtuanya.

“Semoga orang yang mengerjai segera minta maaf,” ujarnya.

Kisah Mbah Sariyo ditipu potongan kertas koran ini viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @energisolo.

(dekk)

sumber: kompas.com