Miliki Data Center Berkapasitas Besar, Batam akan Menjadi Pusat Investasi Teknologi Digital

BATAMCLICK.COM: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo yakin dengan adanya pusat data center berskala besar, maka Batam akan menjadi kota tujuan investasi para pebisnis teknologi digital. 

“Tentunya akan membawa pemain teknologi untuk mulai beroperasi di Batam untuk melayani pasar dunia. Jadi ini menarik, bahwa Batam bisa menjadi digital hub untuk regional ini,” kata Kartika kepada sejumlah wartawan usai meresmikan pembangunan Pusat Data 51 megawatt di Batam, Kepulauan Riau, bersama Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Ririek Adriansyah, Rabu (20/12022).

BACA JUGA:   Tertawa di Depan Polisi, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan Narkoba!

Dalam pembangunan pusat data ini, Telkom Group (NeutraDC) bekerja sama dengan Singtel (Singapore Telecommunications) dan Medco Power Indonesia.

Telkom menjadi mayoritas dengan memiliki hak sebanyak 60 persen, terhadap pusat data 51 megawatt  yang akan akan beroperasi sekitar 18 bulan lagi.

Pusat data ini bukan saja bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tapi juga ditujukan untuk melayani pasar Singapura, yang memiliki industri-industri digital dengan pertumbuhan yang pesat.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Kartika menjelaskan bahwa kemungkinan tidak terlalu banyak karena ini adalah bidang teknologi informasi. 

BACA JUGA:   Jorginho Sambut Transfer Lukaku ke Chelsea
dari kiri: Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Ririek Adriansyah, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, CEO Singtel, Yuen Kuan Moon usai meresmikan pembangunan Data Center di Batam.

“Tapi ini akan memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengisaha Indonesia di bidang IT untuk bekerja melayani pasar Singapura,” ucapnya.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Ririek Adriansyah menambahkan, pembangunan pusat data ini akan terdiri dari tiga gedung.

“Pusat Data yang dibangun Telkom di Batam menempati lahan seluas 5 hektare di daerah industri Kabil, Kota Batam. Untuk tahap awal yang ditargetkan tuntas pada kuartal II 2024, pusat data ini akan memiliki kapasitas 17 megawatt, kapasitas itu akan terus ditingkatkan menjadi 51 megawatt,” tutupnya. (lis)