BATAMCLICK.COM: Di tengah bentangan laut dan pulau-pulau kecil yang tersebar di Kota Batam, harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat terus digalakkan. Salah satu langkah nyata kini tengah disiapkan: Pemerintah Kota Batam segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Langkah ini bukan sekadar birokrasi. Ini adalah upaya menghadirkan solusi konkret bagi warga yang selama ini hidup berjauhan dari pusat distribusi kebutuhan pokok. Bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, membeli beras atau sabun kadang butuh ongkos transportasi lebih besar dari harganya sendiri. Di sinilah koperasi diharapkan menjadi penyeimbang: barang lebih dekat, harga lebih ramah.
“Satgas ini akan langsung dipimpin oleh Wali Kota sebagai Ketua. Wakilnya adalah Sekretaris Daerah, dengan dukungan dari kepala perangkat daerah terkait dan para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota,” ujar Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Senin (19/5/2025).
Satgas ini akan memiliki tugas strategis, mulai dari berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pusat, hingga mendampingi proses terbentuknya koperasi di setiap kelurahan. Mereka juga akan melakukan pemetaan potensi ekonomi lokal—melihat kekuatan yang dimiliki masyarakat dari tiap desa dan kelurahan—dan memastikan koperasi dibangun sesuai kebutuhan warga.
“Pendampingan tidak hanya dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari aspek usaha dan penguatan sumber daya manusia. Kami ingin koperasi yang tumbuh nanti bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar hidup dan bermanfaat,” kata Jefridin.
Laporan dari Satgas Kota akan disampaikan ke tingkat provinsi secara berkala, minimal sekali setiap tujuh hari.
Gagasan ini mendapatkan dorongan kuat dari Kementerian Koperasi dan UKM. Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus, menyebutkan bahwa karakter geografis Batam yang terdiri dari 64 kelurahan dan 362 pulau, menuntut pendekatan berbeda dari daerah lain.
“Di Batam, koperasi kelurahan diarahkan untuk mendekatkan akses masyarakat ke kebutuhan pokok. Ini tentang keadilan distribusi. Tentang menghadirkan barang-barang penting ke dekat pintu rumah warga. Dan itu bisa dilakukan lewat koperasi,” ungkap Panel saat rapat koordinasi percepatan pendirian koperasi desa (Kopdes) di Batam, Jumat lalu.
Koperasi Merah Putih yang akan hadir di setiap kelurahan diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama. Tempat di mana warga bisa bergotong-royong, menjual hasil bumi atau produk lokal, dan mendapatkan kebutuhan harian tanpa perlu menyeberang jauh. Lebih dari itu, koperasi juga bisa menjadi ruang pendidikan ekonomi, membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian.
Kini, langkah itu sedang dimulai. Sebuah komitmen dari pemerintah kota untuk meletakkan dasar ekonomi kerakyatan yang kuat di tiap sudut kota, dari pusat hingga ke pulau-pulau yang kerap terlupakan.
Dan di balik setiap rencana, ada wajah-wajah warga yang berharap: agar hidup lebih ringan, agar harga lebih terjangkau, agar akses lebih adil. Satgas ini bukan hanya tentang koperasi. Ini tentang keadilan. Tentang keberpihakan. Tentang harapan.
Editor: Bosanto









