Kampung Narkoba Batam bukan sekadar istilah, tapi juga cermin dari tantangan yang masyarakat pesisir hadapi. Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Barelang menunjukkan komitmennya untuk merubah stigma tersebut melalui aksi nyata di Pulau Jaloh, Kecamatan Bulang, Rabu (18/6/2025).
BATAMCLICK.COM: Sejak pagi pukul 08.00 WIB, Pulau Jaloh tak lagi sunyi. Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Barelang hadir dengan semangat pembaruan: memberikan penyuluhan bahaya narkoba, sosialisasi Call Center 110, dan membagikan 150 paket sembako untuk warga.
Polri Hadir Menyapa Warga Pesisir
Kasat Binmas Kompol Yulianti Asril, S.H., M.M., memimpin langsung kegiatan ini turut melibatkan Kapolsek Bulang Iptu Adyanto Sofyan, Lurah Pantai Gelam Ajat, serta para tokoh masyarakat dan aparat setempat. Kolaborasi tiga pilar tampak nyata demi satu tujuan: menjadikan Pulau Jaloh sebagai kampung bebas narkoba.
“Kami ingin Pulau Jaloh jadi contoh kawasan bersih narkoba di Batam,” tegas Kompol Yulianti.
Mereka mengajak warga berdiskusi interaktif soal bahaya narkoba. Mereka memeberi pemahaman tentang pentingnya saling mengawasi, menjaga keluarga, serta aktif mencegah peredaran barang haram itu di lingkungan masing-masing.
Call Center 110 dan Kepedulian Sosial
Tak hanya edukasi, Sat Binmas juga memperkenalkan layanan Call Center 110 milik Polri. Layanan ini memungkinkan masyarakat melapor langsung jika terjadi gangguan keamanan atau butuh bantuan darurat—gratis dan siap 24 jam.
“Masyarakat bisa mengakses kapan saja. Ini bentuk kehadiran Polri yang lebih responsif dan terbuka,” ujar Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Budi Santosa.
Sebagai bentuk nyata perhatian, mereka membagikan 150 paket bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. Isinya sembako, menyambung silaturahmi antara Polri dan masyarakat pesisir.
Menjadikan Pulau Jaloh Inspirasi untuk Batam
Aksi ini tak hanya simbolik. Ini adalah langkah strategis menjadikan Pulau Jaloh sebagai inspirasi kampung tangguh melawan narkoba. Semangat gotong royong, edukasi, dan kepedulian sosial menggerakkan kebersamaan, membentuk kesadaran kolektif bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi juga warga.
“Kami ingin menjadikan ini bukan sekadar peringatan HUT Bhayangkara, tapi momentum kebangkitan kesadaran warga terhadap bahaya narkoba,” tutup Kompol Yulianti.









