Tujuh Tahun Vakum, Lomba Perahu Legendaris Ini Siap Kembali Mengarungi Perairan Belakangpadang dengan Semangat Baru
Sea Eagle Boat Race, ajang balap perahu tradisional yang dulu menjadi kebanggaan warga Batam, akhirnya kembali mengarungi perairan Belakangpadang. Setelah tujuh tahun terhenti, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinas Budpar) siap membangkitkan semangat maritim yang pernah berjaya. Rencananya, lomba spektakuler ini akan berlangsung pada Oktober 2025 dengan skala yang lebih besar serta dukungan dari peserta mancanegara.
Kepala Dinas Budpar Batam, Ardiwinata, tak dapat menyembunyikan antusiasmenya. Ia mengungkapkan, pada masa jayanya, Sea Eagle Boat Race mampu menarik perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri. Tak hanya dari Singapura dan Malaysia, bahkan pernah ada peserta dari Kazakhstan yang turut mendayung melawan gelombang. Kini, semangat itu akan kembali berhembus ke layar-layar perahu tradisional Batam.
“Tahun ini, kami sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara, dan Malaysia sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut serta kembali,” kata Ardi dengan penuh keyakinan.
Tak hanya menyiapkan agenda perlombaan, Ardi beserta timnya juga telah meninjau dermaga yang akan menjadi titik start lomba, sembari memastikan kesiapan perahu-perahu tradisional. Ia ingin menjamin setiap detail terselenggara dengan baik, sebab Sea Eagle Boat Race bukan sekadar olahraga air, melainkan juga simbol budaya dan identitas bahari Batam.
Lebih jauh, Ardi berharap ajang ini dapat menjadi motor penggerak pariwisata bahari yang sempat lesu akibat pandemi. Dengan target ambisius 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, Sea Eagle Boat Race memiliki kekuatan untuk mengangkat kembali citra Batam sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia.
“Dari event ini, kami juga ingin melahirkan bibit atlet dayung nasional dari Batam. Ini soal warisan, semangat, dan masa depan,” tambahnya.
Momentum ini kian terasa manis karena angka kunjungan wisman mulai menunjukkan pemulihan yang signifikan. Saat ini, menurut Ardi, rata-rata kunjungan wisman telah menyamai kondisi sebelum pandemi. Angka itu sekitar 150 ribu kunjungan per bulan seperti yang tercatat pada tahun 2019.
Untuk memperbesar dampak positif dari ajang ini, Dinas Budpar Batam juga menggandeng agen-agen perjalanan dalam dan luar negeri. Mereka akan menyiapkan berbagai paket wisata khusus selama penyelenggaraan Sea Eagle Boat Race. Sehingga wisatawan bisa merasakan lebih dari sekadar lomba: sebuah pengalaman budaya yang hidup di atas air.
“Kami ingin efek berganda dari event ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin banyak wisatawan datang, maka semakin besar pula peluang ekonomi yang terbuka untuk warga,” tegas Ardi.
Penutup:
Kembalinya iven ini bukan hanya merayakan olahraga perahu tradisional, tapi juga menandai babak baru dalam kebangkitan pariwisata Batam. Dari perairan Belakangpadang, denyut kehidupan wisata bahari itu akan kembali berdetak—membawa harapan, peluang, dan semangat untuk bangkit bersama.









