Sapi Presiden Jokowi untuk Kepri Akan di Kurbankan di Masjid Azzulfa Dabosingkep, Lingga

BATAMCLICK.COM : Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, menyumbangkan dua ekor sapi kurban untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Kedua ekor sapi tersebut akan diberikan ke Masjid Azzulfa, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Sapi yang diberikan awalnya direncanakan merupakan jenis Limosin dengan kisaran berat 900 kilogram hingga 1 ton.

Namun, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kepri, Aiyub, menyatakan bahwa Provinsi Kepri hanya mendapatkan satu ekor sapi kurban dari Presiden. Karena di Kepri tidak tersedia sapi Limosin, yang ada hanya sapi lokal dengan berat yang tidak mencapai 1 ton.

BACA JUGA:   Tumpukan material satgas siap lanjutkan pengecoran jalan

“Sesuai standar sumbangan Presiden, maka diambil kebijakan dari Tim Setneg memberikan 2 ekor sapi lokal dengan berat 400 kilogram,” ujar Aiyub.

Aiyub menyebutkan, sesuai dengan arahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, sumbangan sapi bantuan Presiden diberikan kepada Masjid Azzulfa Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.

“Sapi bantuan Presiden diberikan kepada Masjid Azzulfa Dabo Singkep,” katanya. “Untuk daging sapi kurban akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sesuai kebijakan Masjid,” tambahnya.

Selain itu, Aiyub juga menyampaikan bahwa Gubernur Kepri dijadwalkan menunaikan salat Idul Adha di Lapangan Usman Harun di depan Masjid Ath Thoriq, Kelurahan Tanjung Piayu, Batam.

BACA JUGA:   Respon Cepat Aduan Masyarakat, Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Hotline 110

“Pak Gubernur salat di Masjid Ath Thoriq Batam,” ujarnya. Usai menunaikan salat Idul Adha, Gubernur akan bertindak sebagai khatib dengan mengusung tema “Makna Qurban Dalam Kehidupan, Membangun Solidaritas Sosial”.

Baca juga: Batam Meriahkan Idul Adha 1445 H dengan Pawai Takbir dan Lomba Mobil Hias, Siapkan Puluhan Juta untuk Hadiah

“Pak Gubernur, insya Allah, akan menjadi khatib pada salat Idul Adha,” kata Aiyub.

Masjid Azzulfa, yang merupakan masjid terbesar di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berdiri di masa kejayaan perusahaan timah negara yang sempat menjadi perusahaan terbesar nomor dua di dunia.